MARDINDINGHON DOLOK NATIMBO, MARALAMAN TAO TOBA, IMA BAKKARA NAULI ..... HORAS !!!
Tampilkan postingan dengan label BAKKARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAKKARA. Tampilkan semua postingan

Manaek Hutasoit: DPRD Humbahas akan Gelar Paripurna Hak Angket 13 September

Manaek Hutasoit: DPRD Humbahas akan Gelar Paripurna Hak Angket 13 September





MEDAN-Jadi tidaknya penggunaan hak angket DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kepada Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor akan diputuskan lewat rapat paripurna DPRD Humbahas pada Rabu, 13 September 2017.
Ketua DPRD Humbahas, Manaek Hutasoit, mengatakan, pengambilan keputusan hak angket 13 September tersebut, merupakan keputusan rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Humbahas yang digelar Senin, 11 September 2017, di gedung dewan.
"O iya, Senin 11 September 2017 atau tadi kami di rapat Banmus memutuskan paripurna pengambilan keputusan jadi tidaknya hak angket terhadap Saudara Bupati Dosmar, dilaksanakan Rabu lusa, 13 September 2017," kata Manaek Hutasoit menjawab lewat saluran telepon seluler.

Manaek menjelaskan, rapat yang langsung dipimpinnya itu dihadiri 11 orang dari 12 orang anggota Banmus. Satu orang tidak hadir karena urusan keluarga, namun tidak mempengaruhi keputusan. Rapat itu, sebutnya, berlangsung tertib dan lancar.
Pada paripurna pengambilan keputusan Rabu nanti, kata Politisi Partai Golkar itu lebih lanjut, harus dihadiri 3/4 dari jumlah anggota dewan sesuai UU No 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).
"Artinya, minimal 19 dari 25 orang anggota dewan harus hadir, kalau tidak paripurna tidak bisa digelar atau ditunda," katanya, seraya menambahkan hak angket itu sah jika disepakati oleh 2/3 dari jumlah anggota dewan yang hadir.
Meski perkembangan politik di Humbahas semakin dinamis setelah pengusulan hak angket oleh 8 anggota dari 4 fraksi pada Senin (4/9/2017), namun dipastikan tidak akan menghambat mekanisme pengambilan keputusan nantinya di paripurna.
Oleh karena hak angket merupakan haknya masing-masing anggota dewan, maka Manaek menyarankan agar semua elemen masyarakat mempercayakan mekanisme dan proses hak angket itu di legislatif.
"Kami pikir semua pihak harus menghormati proses politik yang berlangsung di DPRD Humbahas," katanya.
Untuk itu, diharapkan juga agar masyarakat tidak terpancing hal-hal yang provokatif oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, akan tetapi terus mengedepankan persatuan dan kesatuan masyarakat Humbahas.
"Tidak ada yang luar biasa ya, karena hak angket ini pun kalau jadi misalnya, adalah bagian dari cara dewan mendorong dan mengevaluasi kinerja bupati yang semata-mata untuk maksimalnya pelaksanaan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Humbahas," tukas Manaek.

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis , Selasa, 12 September 2017

Sempat Tertunda, Karnaval Pesona Danau Toba 2017 Akan Digelar Akhir Pekan Ini


Mobil hias yang ditumpangi Presiden Joko Widodo melintasi rute Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).
Mobil hias yang ditumpangi Presiden Joko Widodo melintasi rute Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir)

Karnaval Pesona Danau Toba 2017 akan digelar di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, pada 9-10 September 2017.
Acara tersebut sebelumnya sempat tertunda karena bersamaan dengan gelaran Akbar Karnaval Kemerdekaan di Bandung dalam rangka memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Persiapan sudah 100 persen, event tahunan ini siap digelar sesuai arahan Presiden Jokowi yang ingin menjadikan event ini sebagai agenda tahunan untuk memperkokoh persatuan bangsa dan sekaligus membawa Pesona Danau Toba lebih mendunia, dan tentunya kami siap persembahkan untuk para wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir, Ultri Sonlahir Simangunsong, dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Senin (4/9/2017).
Karnaval Budaya di Balige, lanjut Ultri, akan diikuti peserta karnaval sebanyak 2.000 orang. Ada 500 manghunti tandok (menjunjung tandok) juga peserta karnaval yang bermain trompet sangkakala dan lainnya.
"Angka itu bisa lebih. Tetapi jumlah 2.000 itu sendiri sudah tergolong besar, hampir sama dengan #PesonaJFC2017 Jember Fashion Carnaval di Jawa Timur dan juga Pesona Flower Carnival di Malang," tambah Ultri Simangunsong.

Peserta karnaval membawa tandok beras di kepala dengan memakai ulos Sadum dan kebaya saat Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di titik awal Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).
Peserta karnaval membawa tandok beras di kepala dengan memakai ulos Sadum dan kebaya saat Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di titik awal Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).
Nantinya, imbuh Ultri, karnaval akan semakin meriah dengan parade perahu berhias lampu warna-warni di Danau Toba. Parade ini akan menggunakan jalur sepanjang 3,5 Km dari Soposurung hingga Balerong. Jalur karnaval akan berakhir di  pasar tradisional Balerong, pasar dengan enam bangunan megah berhiaskan ukiran khas Batak Gorda.
"Kemeriahan karnaval juga akan diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tobasa. Perwakilan dari 16 kecamatan dan BUMN/BUMD akan turut dilibatkan untuk menampilkan mobil hias masing-masing," paparnya.

Selain Parade Karnaval, acara akan dimeriahkan dengan Pesta Hiburan Rakyat yang dipusatkan di Tugu DI Panjaitan dan Lapangan Sisingamaraja XII Balige. Akan ada pula Pameran Produk Kuliner di tempat yang sama.
"Suara lengkingan merdu Jojo Idol juga dipastikan tampil untuk menghibur Jofrenity (sebutan untuk fansnya-red) di tanah kelahirannya," lanjutnya.

Selain Jojo Idol, The Miska, grup yang digawangi oleh Mario Sinambela (gitar), Nathalie Holscher (vokal), Ricky Hutagaol (drum), dan Tety (bass) juga siap menghibur wisatawan yang hadir di Pesona Danau Toba ini.

Masyarakat berteriak histeris saat rombongan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang diikuti Presiden Joko Widodo dari Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).

Selain dapat menikmati pertunjukan seni dan budaya lokal dari karnaval itu, wisatawan juga dapat mengunjungi berbagai tempat wisata di sekitar Danau Toba yang tentunya tak kalah menarik.
Karnaval ini juga dipastikan akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan beserta Ibu Devi Pandjaitan. Selain itu juga direncanakan akan dihadiri Menteri Pariwisata, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, anggota DPR RI dan lainnya.
“Utusan 7 Kabupaten di Kawasan Danau Toba juga akan ikut dalam karnaval,” bebernya.


Sumber : Kompas.com
PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorSri Anindiati Nursastri

Nama Bandara Silangit Akan Diubah Menjadi Sisingamangaraja XII

\Nama Bandara Silangit Akan Diubah Menjadi Sisingamangaraja XII\

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan pertemuan dengan Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI). Pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Ulama JBMI Syekh Ali Akbar Marbun.
Menurut Ali Akbar Marbun, pada pertemuan ini para ulama turut menyerahkan surat perubahan nama untuk Bandara Silangit yang terletak di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Nama bandara ini diusulkan untuk diganti menjadi Bandara Sisingamangaraja XII.

"Presiden sudah setuju pada intinya. Bandara Silangit mau dirubah nama pahlawan, Sisingamangaraja XII," ujarnya usai pertemuan dengan Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/8/2017).
Menurutnya, perubahan nama bandara ini dilakukan agar masyakarat setempat dapat mengingat nama pahlawan nasional asal Sumatera Utara. Untuk itu, usulan ini disampaikan secara langsung kepada Jokowi dalam pertemuan ini.
Pembangunan Bandara Silangit memang menjadi salah satu perhatian Jokowi dalam pertemuan ini. Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor mengatakan, Jokowi berharap dapat meresmikan bandara ini setelah selesai dikembangkan. Pengembangan bandara ini ditargetkan pada September 2017.
Tak hanya itu, pada pertemuan ini, sektor pertanian juga turut dibahas. Jokowi pun diminta untuk memperhatikan perkembangan kawasan Humbang Hasundutan yang ekonomi masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian.
"Karena masyarakat kita 90% petani dan membangun infrastruktur," ujarnya.
Adapun produk unggulan pada daerah ini adalah berupa produk holtikultura. Komoditas kopi pun menjadi salah satu nilai jual pada daerah ini.
"Di sana kopi paling bagus. Kopi Lintong namanya. Kalau bisa di sana pakai kopi Lintong saja," ungkapnya.
Masyarakat di Sumatera Utara pun mengapresiasi tindakan pemerintah yang telah membangun kawasan Danau Toba. Namun, pembangunan jalan masih perlu dilakukan oleh pemerintah membangun jalan pada sisi paling dalam dari jalan lingkar (ring road) Danau Toba

Sumber : okezone.com
Kamis, 10 Agustus 2017


Bakkara, Tuan Rumah Festival Danau Toba 2017


Lembah Bakkara yang indah (Istimewa)

Humbahas,  - Festival Danau Toba (FDT) merupakan agenda tahunan dalam rangka mendongkrak pariwisata di kawasan danau vulkanis terbesar di dunia tersebut. 
Setelah FDT 2016 di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara berakhir, FDT tahun depan diputuskan digelar di Bakkara, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Dalam acara penutupan FDT 2016 di Dermaga Muara, Senin (12/9/2016), Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, Perwakilan dari Kementerian Pariwisata Andhy Marpaung, dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumut, Elisa Marbun menyerahkan secara simbolis naskah serah terima tuan rumah Festival Danau Toba 2017yang diterima oleh Kadis Perhubungan dan Pariwisata Humbahas, Mangupar Manullang.
Bakkara adalah sebuah wilayah terdiri dari beberapa dusun dan desa yang terhampar di lembah dengan jarak belasan kilometer dari Dolok Sanggul. Bakkara dibelah oleh dua aliran sungai besar yang berair deras.
Untuk menuju Bakkara, terdapat dua akses jalan. Kalau datang dari arah Medan, maka pengunjung akan masuk dari Siborong-borong menuju arah Kecamatan Muara.
Sedangkan, kalau datang dari arah Sidikalang, maka pengunjung akan masuk daerah Doloksanggul dan menyusuri jalan berliku-liku di pinggir tebing yang menjulang tinggi. Sementara di sisi lainnya ada pemandangan indah yaitu jurang yang begitu dalam dan hamparan Danau Toba serta pulau Samosir yang tampak dari kejauhan.
Dengan dijadikannya Bakkara sebagai tuan rumah FDT 2017, maka Humbahas akan menjadi kabupaten yang sibuk ke depan, karena akan menjadi tuan rumah sejumlah acara nasional.
Jauh sebelum FDT 2017 digelar, pada 27 Desember mendatang, Humbahas akan menjadi tuan rumah perayaan Natal Nasional 2016.
Jadi bagi kalian warga, atau yang kampungnya di Humbahas, selamat ya. Semoga semua acara nasional ini membawa kemajuan buat Bonapasogit tercinta.

Sumber : NETRALNEWS.COM, Kamis, 15 September 2016

Janji Lintong Ke Bakkara !!!

Hasil gambar untuk foto sisingamangaraja
Perlawanan seru Sisingamangaraja XII bersama pendukungnya terhadap Belanda semakin seru. Ada yang membuat hati sang ratu Belanda begitu geram. Entah siapa yang membuat surat atas nama Sisingamangaraja, masih kurang jelas. Sisingamangaraja tidak menulis suratnya sendiri dan stempel dipegang sekretarisnya yang disebut parmaksi.

Saya tidak hendak membicarakan adanya penghianatan terhadap Sisingamangaraja, tapi gerakan Belanda dengan ancaman itu membuat Sisingamangaraja mengungsikan semua keluarganya ke hutan.
Semula mereka berada di Hutan Lintong. Ada Ompu Babiat Situmorang pendukung perjuangan itu menjamin keselamatan sang raja dan keluarganya disana. Ada ikatan batin yang kuat pada kedua orang ini. Situmorang adalah “tulang” Sisingamangaraja turun-temurun. Situmorang adalah “pamupus” keluarga Sisingamangaraja. Situmorang memangku kewajiban “sada lulu” pada kerajaan Sisingamangaraja. Itu yang dilakonkan Ompu Babiat bersama klannya didukung oleh marga lain seperti Nadeak dan klan Siraja Oloan.
Bakkara diobrak abrik. Tidak ditemukan Sisingamangaraja dan keluarganya, akhirnya komplek istana beserta bangunan pendukung semuanya dibakar. Mendengar itu Sisingamangaraja XII bersedih. Kesedihan beliau dapat dipahami Ompu Babiat Situmorang. Sebelum pengungsian diarahkan ke Dairi, beliau berjanji. Kelak bila istana akan dibangun “parhau” bahan bangunan untuk itu dapat menggunakan kayu yang ada di Hutan Lintong.
Janji ini tidak tertulis, jadi siapa saja dapat meragukan kebenarannya. Namun, yang saya pahami. Janji para Raja yang terhormat walau tidak tertulis, saling percaya menjadi ikatan turun temurun. Cerita ini pun diutarakan Raja Punantun Sinambela cucu Raja Parlopuk abang dari pemangku Raja Sisingamangaraja XII. Cerita ini kembali diingatkan oleh putra beliau Raja Sintong Sinambela kepada saya dua minggu yang lalu saat kunjungan kami bersama Raja Tonggo Tua Sinambela ke Bakkara.
Istana Sisingamangaraja di Bakkara sat ini kondisi menyedihkan. Sebagai asset sejarah harusnya mengikuti tata cara habatahon yang dilaksanakan Sisingamangaraja. Ini mempengaruhi kualitas bangunan.
Apakah ini karena bahan material dari Hutan Lintong tidak disinggung? Apakah karena keluarga Sisingamangaraja tidak langsung melakukan pembangunan dan memohon kepada Situmorang merealisasikan janjinya?
Apakah mungkin Situmorang saat ini tidak lagi merasa memiliki hutan dan tidak tau ada janji kepada Sisingamangaraja?
Saya sendiri tidak tau, atau mungkin mereka juga tidak tau. Yang saya tau turunan Ompu Babiat Situmorang ada seorang sastrawan besar yaitu Sitor Situmorang. Saya pikir tak mungkin hanya beliau. Sitor sendiri pernah mengkritik pemugaran istana Bakkara melalui harian Waspada Medan November 1983 dengan tajuk “Pemugaran Istana Bakkara yang menyimpang dari sasaran budaya”. Taukah beliau ada janji itu?
Saat ini beredar informasi hutan Tele hendak “dimusnahkan” menjadi taman bunga. Saya ragu, apakah hutan Lintong yang telah dijanjikan itu termasuk dari bagian hutan Tele yang diperbincangkan? Atau setidaknya, apakah hutan wilayah pangkuan marga Situmorang itu termasuk hendak dibabat?
Kepada penguasa negeri perlu diingatkan.
Nikmat yang anda rasakan di alam kemerdekaan janganlah melupakan mereka yang berjuang.
Tetesan darah mereka masih berbekas saat bergerak dan belindung di hutan.
Janji dan harapan mereka patutlah dikenang.
Melupakan sejarah adalah bagian dari pengingkaran dan awal dari penghianatan.

Sumber : Monang Naipospos / tanobatak.wordpress.co

Mengenang Perburuan ikan Ihan Mahseer di Hulu Sungai Silang Bakara, danau Toba




Desa Bakara dan s silang berada di tepi danau Toba

Pertengahan tahun lalu Ibu Mertua saya, inang boru manulang aka opung Wilson yang tinggal di desa Bakara Danau Toba, meninggal dunia di usian 73 tahun. Sanak saudara yang menyebar di seluruh Indonesia kembali ke kampung halaman desa Bakara untuk mengadakan pesta adat besar sari matua.

Usai pesta adat, saya teringat bagaimana kisah berburu ikan mahseer bersama abang ipar lae D Lumban Gaol. laeku ini yang memberitahu soal seluk beluk ikan di sekitar danau toba dan lokasi spotnya.

Lalu saya mencoba mencocok nama-nama ikan di toba dengan data base ikan yang saya punya. Saya menunjukkan gambar dan laeku membenarkan bahwa banyak ikan yang saya maksud. Lalu saya menunjukan foto ikan mahseer, ternyata ikan ini banyak mengetahuinya. Orang Batak menyebut ikan ini dengan nama ikan ihan. Sebenarnya nama ilmiahnya adalah Tor tombroides dengan Ordo`nya Cypriniformes (carps), termasuk dalam Klas Actinopterygii. Secara umum ikan ini memiliki nama Mahseer, yang tersohor di berbagai manca negara. Ikan ihan juga digunakan untuk sebuatan ikan hampala, mereka hanya tahu satu nama untuk dua ikan yaitu mahseer dan hampala.


Air terjun si tio-tio dibawahnya banyak ihan




Awal kisah petualangan sensasi mancing ikan Tor tombroides ini berawal kepulangan saya bersama keluarga ke desa Bakara di Tapanuli Utara, Sumatra Utara di tahun lalu. Desa Bakara terletak di pesisir danau Toba. Desa tersebut dibelah sungai Silang yang bermuara ke danau Toba.

Meskipun Desa Bakara itu kecil ternyata desa itu penuh dengan sejarah perjuangan orang-orang Batak. Pasalnya desa itu merupakan asal-muasal Sisingamangaraja pahlawan asal Sumatra Utara yang menentang penjajahan Belanda.

Dari pinggiran desa Bakara itu, kita bisa memandangi keindahan Danau Toba. Bila Anda seorang pancinger hasrat dan keinginan mancing akan terus bergelora ketika melihat deburan ombak di sepanjang tepian Danau Toba.

Saya pun mengalami hal demikian. Untuk menyalurkan hasrat yang menggebu-gebu itu akhirnya saya mulai mancing dari pinggiran danau hingga menyelusuri sungai. Ikan yang kami dapat pun ikan-ikan air tawar yang berukuran besar yang tidak pernah saya jumpai di Tanah Jawa.



Penulis Marcus saat di desa Bakara Danau Toba



Hana dan Lukas ikut menikmati keindahan danau toba



Kisah mancing ikan mahseer berawal dari informasi D Lumban Gaol yang merupakan abang ipar saya, bahwa di daerah Bakara itu terdapat ikan yang sangat mahal harganya dan susah dipancing. “Lae, dulu saya sering dapat ikan ihan di hulu Sungai Silang ini. Ikan sangat enak dan mahal sayangnya ikan ihan ini susah ditangkap maupun dipancing”, tutur Lumban Gaol.





istri saya sedang mengikuti pesta adat sari matua



Mendapat informasi tentang ikan ihan, justru membuat saya semakin penasaran. Seperti apa sih ikan ihan itu ? Apa memang benar-benar tidak bisa dipancing ? Dengan penuh rasa penasaran akhirnya saya bersama abang ipar pun sepakat untuk memancing ikan ihan di hulu Sungai Silang desa Bakara. Setelah melewati petualangan yang menegangkan akhirnya saya mendapat ikan ihan yang bernama umum adalah mahseer atau ilmiahnya Tor tombroides.




ini adalah hampala nama toba ihan


ini mahseer si raja sungai gunung. Orang batak menamai ikan ihan sama dg utk hampala


Si Raja Sungai Gunung
Bila di tengah hutan belantara harimau menjadi raja rimba. Demikian halnya dengan ikan mahseer s yang berada di sungai. Kalau boleh saya sebut ikan mahseer merupakan rajanya sungai, sebab ikan tidak hanya liarnya namun juga sangat lincah baik dalam berenang maupun memangsa umpannya.
Sebenarnya sukar bagi saya untuk menulis artikel ikan mahseer ini tanpa disertai emosi. Karena kita bukannya memperbincangkan tentang ikan yang biasa, tetapi bercerita tentang ikan air tawar yang paling sukar untuk dipancing. Dan memang nyata betul informasi abang ipar saya itu, bahwa ikan ini sulit dipancing maka di Tanah Batak harganya tinggi sekali di antara ikan tawar yang ada.

Seandainya kita tidak memiliki nyali yang ciut saat mancing ikan mahsserr maka sudah merupakan kemenangan. Sebab habitat ikan ini memang berada di lokasi alam bebas terutama tempat yang sukar dijamah manusia atau menyeramkan. Ketika saya menulusuri hulu sungai Silang memang luar biasa seramnya. Sungai yang deras dengan air terjun dengan dengan bebatuan yang besar-besar. Suara gemuruh air sungai benar-benar merupakan perang mental tersendiri. Bila Anda bisa menempuh dan mendapatkan “istananya” ikan ini sungguh suatu hal yang luar biasa.

Perjalanan ke hulu sungai Silang atau berkunjung ke “istana” ikan mahseer memerlukan perjuangan mental. Barangkali bagi Anda yang pernah nonton film Anaconda, lokasinya lebih seram dari film itu. Untuk mendapat tepian sungai saya harus menembus ilalang yang tingginya 1-2 m. Setelah sampai di tepian batu-batuan terjal dan tajam sepertinya tidak bersahabat. Keberhasilan melalui rintangan itu merupakan kemenangan tersendiri, meskipun belum mendapat ikan.

Baru setelah sampai di hulu, pancingan segera saya keluarkan. Menurut informasi dari abang ipar saya (D Lumban Gaul), bahwa ikan mahseerkecil gemar memakan buah-buahan hutan seperti buah ara, jambu air, neram dan perah. Untuk itu sewaktu dalam perjalanan ke hulu, ia mengumpulkan buah-buahan hutan sebagai umpan. Ikan yang agak besar menggemari berbagai jenis serangga seperti belalang. Sedangkan mahseer yang besar biasanya memburu ikan-ikan kecil dan hewan krustacea. Untuk itu tas ransel saya pun ada beberapa belalang yang saya bawa dari rumah.

Dengan susah payah dan perjuangan menaklukan alam akhirnya saya sampai di hulu sungai. Saya dan abang ipar menarik nafas lega sembari menikmati air terjun di tengah-tengah hutan.

Selanjutnya saya mengeluarkan piranti mancing. Ada satu masalah lagi yang harus saya hadapi yaitu bagaimana saya akan melemparkan umpan kepada ikan ini di dalam sungai yang penuh dengan kayu-kayu tumbang dan batu-batu tajam yang pasti kenur pancing yang kita gunakan mudah putus bila tergesek.

Selanjutnya saya terus berusaha menempatkan umpan pancingan di antara pepohonan. Kami menunggu ikan memakan umpan dengan penuh harap dan kecemasan. Dan ketika kenur mulai bergerak-gerak, jantung ini ikut berdetak kencang. Tiba-tiba sreett…sreett kenur pancing menegang . Ternyata ikan Tor tombroides ini mulai menyantap umpan. Wow…., sungguh luar biasa. Ikan ini membawa umpan saya dan ia melesat bagaikan sebuah peluru dan membawa lari umpan di balik bebatuan serta pohon-pohon rubuh.

Bagaimana bila hal ini Anda mengalami hal sama seperti saya ?? Andaikan Anda bisa mengatasi hal ini bukan berarti masalah langsung selesai. Anda akan berhadapan dengan masalah berikutnya yaitu makhluk liar ini pertama-tama akan menghunjam ke bawah bagaikan terpedo membawa lari ke tunggul-tunggul kayu berhamburan. Kejadian ini membuat pancinger pusing tujuh keliling.

Seandainya kenur Anda masih kuat menahan amukan mahseer tersebut, ikan ini tidak menyerah begitu saja. Dengan segenap tenaga atau istilah sampai titik darah penghabisan ikan mahseer berusaha melepaskan diri biarpun sudah sampai ke pinggir dan Anda tinggal menyeroknya.

Baru setelah Anda berhasil mendaratkan Anda baru merasa puas. Barangkali Anda akan terbengong-bengong melihat ikan ini sembari memegangi ikan dengan tangan dan Anda pasti berdecak kagum berkata. Atau barangkali setelah Anda mendapatkan ikan ini pasti akan bersorak dengan penuh kegembiraan “ Aku Bisa…..!!!! Aku menang….!!! Aku Berhasil…!!!!”. Hal itulah yang pertama saya teriakan setelah mendapat ikan mahseer pertama.



anak2 & ponakan mandi di mata air marjulak Bakara di sawah keluarga kami


Kalau boleh saya umpamakan pertarungan hebat dengan “si raja sungai gunung” ini bagaikan sebuah legenda. Dimana kenikmatan yang didapat oleh pancinger tidak mudah terhapus begitu saja.

Ada kisah menarik yang saya ingin ceritakan mengenai pertarungan dengan ikan ini. Seekor ikan mahseer yang besar menyambar umpan lalu melejit bagaikan peluru. Dengan lincah sekali, ikan ini terus berenang cepat menuju ke bagian hilir sungai sejauh 50m. Kemudian tiba-tiba ia berbalik arah dengan kecepatan tinggi dan menuju ke bagian hulu. Tentu saja hal ini membuat saya kelabakan serta penuh dengan kecemasan.

Ikan mahseer s tidak berhenti sampai di situ. Ia masuk membawa umpan ke dalam tempat air yang sangat deras Saya benar-benar dibuat KO. Setengah jam kemudian kenur kelas 30lbs pun putus. Sebelum putus saya berusaha menahan, namun ketika putus langsung jatuh tersungkur, sampai saya benar-benar bagaikan mabuk laut. Akibat saya telah kalah bertarung dengan ikan ini, keadaan saya pun bagaikan dipukul petinju Mike Tyson. Pusing dan mual dan akhirnya saya muntah-muntah. Kombinasi sinar matahari yang terik dan pertarungan yang sengit menyebabkan saya begitu tersiksa.



Ikan mahseer ternyata telah menguji pancinger, apakah benar-benar mahir memancing hingga ke tetes terakhir, bukan saja dari segi teknik dan ketahanan peralatan yang digunakan, tetapi juga saat mencari mencari lokasi ikan (istana) saat memburunya.

Sumber : http://www.beritamancing.net/

DANAU TOBA dan KEINDAHAN serta NILAI SEJARAH dari Sudut BERBEDA

Pemandangan yang indah melatari kebahagiaan kami sekeluarga saat berkunjung ke Kota Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Kabupaten yang semual merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Utara ini akhienya memisahkan diri secara otonomi pemerintahan yang menyebabkan daerah ini lebih berkembang dan berupaya lebih aktif mempromosikan daerah wisatanya. Beberapa daerah yang saya rekomendasikan untuk Anda kunjungi adalah Penatapan Sipincur, Bakkara, Aek Sipangolu, dan air Terjun janji. ini hanyalah sebahagian kecil keindahan alam yang disuguhkan oleh tanah Sisingamanagaraja ini. di daerah ini pula kita akan menemukan kawasan pemakan Sisingamangaraja yang melegenda hingga keseluruh persada.
Mungkin, sebahagian dari kita menganggap asing tempat ini.Namun, ketika kita ingin menjelajahi danau Toba yang sebenarnya adalah dengan memasuki tempat ini. .
Sebagai tahap awal perjalanan saya akan bawa Anda ke Kota Medan terlebih dahulu. Kota Medan sebagai Ibu kota Propinsi Sumatera Utara akan menyambut anda dengan aneka ragam makanan baik makanan khas lokal Sumatera Utara maupun makanan Nasional yang sudah termashur di seluruh dunia. bagi peminat makanan ala Luar Negeri juga anda bisa dengan gampang mendapatkannya di Kota ini. bahkan ada beberapa gerai dipinggiran jalan KOta Medan yang menyajikan makanan khas Arab dan Timur Tengah. di Kota ini Anda akan menikmati pesona wisata sejarah yang menjadi salah satu atrget turis mancanegara untuk mencapainya. Salah satunya adalah Istana Maimun dan masjid Raya Medan yang merupakan cikal Bakal berdirinya Tanah Melayu. Dari kota sejuta pesona ini kita melanjutkan perjalanan ke daerah yang akan menjadi rekomendasi saya kali ini yaitu salah satu sudut Tao Toba di Tano Batak. Menaiki Kendaraan umum maupun kendaraan Pribadi Anda akan menempuh perjalanan sekitar 5 jam sebelum akhirnya sampai ke Kota Dolok Sangul bisa melalui Kabanjahe kemudian berbelok ke kiri di daerah Simpang Tiga kabupaten Dairi atau melalui Kota Parapat dan berbelok ke Kanan di daerah Siborong-borong, Tapanuli Utara. Sebelum kita berjalan menuju Bakkara saya akan ajak Anda menyinggahi daerah yang disebut dengan Penatapan Sipinsur (Sipiccur)yang terletak di Kecamatan Lintong Nihuta. disana kita akan disuguhi oleh Panorama danau Toba dari Ketinggian.Dari celah celah rerimbunan Pohon Pinus yang menyejukkan mata kita akan menatap Desa Bari Bani Aek Kecamatan Muara dan Pulau Sibandang sebagai Pulau yang menghasilkan mangga udang berkualitas tinggi. Kawasan ini memang selain terkenal dengan pemandangannya, juga dikenal sebagai daerah penghasil mangga udang yang warna nya kuning menggugah selera  Dari di Kota Dolok Sanggul kita akan menuruni jalanan terjal menuju Kecamatan Bakkara (Bakti Raja). Setelah jalanan curam dan berkelok yang kita tempuh sekira 30 menit kita akan menemukan kawasan pemakaman Raja Sisingamangaraja. Komplek pemakaman ini diisi oleh Makam Raja sisingamangaraja IX,X,dan XI juga beberapa Rumah adat yang sebahagiannya telah mengalami pemugaran. Anda akan disambut dengan keramahtamahan Keturunan raja yang masih betah bermukim dan menetap disana. Mereka dengan sukarela akan menceritakan kisah hidup sang raja turun temurun. juga yang tak lupa mereka akan ceritakan adalah Agama yang mereka anut saat ini yang mereka sebut dengan Parmalim yang menurut mereka beberapa amalannya hampir sama dengan ajaran Islam.  Dari Bakkara kita akan berbelok sedikit ke kanan ke Air Terjun kecil yang biasa disebut masyarakat disana dengan Aek Sipangolu (mata air Keberkahan) yang konon katanya merupakan mata air yang timbul dari bekas injakan gajah milik Sisingamangaraja. HIngga kini mata air ini mengalir dengan derasnya memenuhiair Danau Toba yang sejuk dan jernih. (baca di Eksotisme Aek Sipangolu)
SElanjtnya kita akan Berbelok ke Kiri dari Bakkara. kita berhenti sejenak menikmati air di pelabuhan Feri yang ada di sekitar pasar Muara, nikmati keelokan pemandangannya yang pasti membuat Anda akan rindu kembali kesana.
KIta lanjutkan perjalanan kita ke sebuah Iar Terjun yang ketinggiannya mencapai 30 meter dengan kesejukan airnya yang akan menyentuh kulit kita bak helaian kapas halus menerpa tubuh. tak lengkap rasanya kalau kita tak membasahi diri dengan Air Terjun Janji yang lokasinya elok rupawan dan suasananya yang sangat menggoda. Kalau Anda sudah pernah berkunjung ke semua objek wisata ini, yakinlah Anda pasti akan jatuh cinta dan ingin kembali kesana lagi dimasa yang akan datang. di seputaran Air terjun ini akan kita jumpai deretan pohon mangga udang dengan buahnya yang segar bergelantungan berwarna kuning merona.
Sesekali berkunjunglah kesana, dan nikmati ke eksotikan Danau Toba dengan cara yang berbeda.
Danau Toba Selalu Menunggu Kehadiran Kita tuk memberikan Keindahan dan Keramahtamahannya.
Horas tu Tao Toba

Sumber :http://kakomolekuada.blogspot.co.id/

Bakara, Lembah Penuh Pesona


Deretan perbukitan memagari lembah itu. Air danau yang hijau kebiruan terhampar di satu sisinya. Dua benteng alam itu menjaga kehidupan masyarakatnya sejak ratusan tahun yang lalu. Sepotong keindahan di tanah Batak yang dikenal sebagai Bakara.

Bakara adalah bentangan lembah datar seluas ratusan hektare. Sebuah kampung yang penuh pesona dengan wisata alam dan budaya yang tersohor hingga ke negeri lain. Wilayah administratifnya di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Lembah yang berjarak belasan kilometer dari Dolok Sanggul itu terdiri dari beberapa desa dan dusun. Dibelah oleh dua aliran sungai besar yang berair deras. Sungai terbesar yang dominan adalah Aek Silang yang bersumber dari air terjun yang tercurah dari bentangan perbukitan. Sungai kedua yang lebih kecil bernama Aek Simangira. Keduanya mengaliri beberapa desa dan bermuara di Danau Toba.

Uniknya, kedua sungai ini dengan mudah bisa dikenali dari warna air yang terlihat. Aek Silang berair coklat kemerahan. Warna yang terbias dari dasar sungai yang bertanah liat coklat dan lelumut kecolkatan. Sementara Aek Simangira warnanya cenderung putih, karena dasarnya yang berpasir tertutupi bebatuan kali.

Kedua sungai ini adalah sumber air utama bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus warga di seluruh lembah Bakara. Namun ada juga sekian rumah yang memanfaatkan sumur dan air tanah sebagai penyedia air minum.

Relief bukit, sungai, dan hamparan Danau Toba menawarkan alam asri nan indah di lembah Bakara. Ada banyak alternatif tempat dengan lansekap pemandangan mempesona yang bisa dinikmati dari sini.



Panorama Alam

Suhu di lembah Bakara relatif dingin dan sejuk sepanjang hari, dengan tebaran banyak mata air (mual). Mata air utama yang terbesar adalah Aek Sitio-tio. Lokasinya persis di tepian sungai.

Tempat pemandian alam yang dulunya berupa telaga kecil itu bersumber dari mata air “abadi” yang dinaungi sebuah pohon besar sejenis hariara (sejenis beringin) yang airnya tak pernah kotor. Sepanjang tahun selalu bersih, jernih, dan dingin. Lokasi itu kini menjadi sumber air utama bagi warga sekitar untuk kebutuhan minum dan mandi.

Kejernihan dan kesejukan Aek Sitio-tio selalu “memanggil” pengunjung untuk berendam di sana. Rugi rasanya jika tidak mencoba telaga yang dulu pernah jadi tempat istirahat favorit tentara Belanda masa kolonial.

Selain telaga, di Bakara juga banyak ditemui air terjun. Hampir si setiap penjuru terhampar air terjun besar maupun kecil. Semuanya punya kekhasan tersendiri. Namun yang paling dikenal sebagai obyek wisata adalah Aek Sipangolu.

Aek Sipangolu adalah air terjun yang dipercaya sebagai air suci yang mengandung unsur dasar perawat kehidupan. Penduduk sekitar sejak dulu kala percaya air tersebut bisa menjadi “obat” bagi banyak kebutuhan.

Para pengunjung yang ingin merasakan sejuknya air terjun ini, ada tempat pemandian umum. Sumber airnya langsung berasal dari aliran Aek Sipangolu. Atau yang ingin membawa pulang airnya, boleh juga. Ada jerigen yang disediakan di dekat lokasi air terjun tersebut, khusus untuk pengunjung yang ingin membawa air Aek Sipangolu sebagai oleh-oleh.

Dari pinggiran aliran air terjun ini, kita bisa melahap pemandangan danau toba dari sisi yang lain. Atau boleh juga beristirahat sambil minum kopi atau teh dari warung sederhana yang dikelola penduduk lokal.



Wisata Budaya

Lembah Bakara cukup subur dan menjanjikan hasil panen yang baik untuk tanaman padi, bawang, dan palawija. Sejak dulu Lembah Bakara sudah dikenal bahkan tersohor sampai ke Negeri Belanda, sebagai lembah eksotis yang menyimpan muatan sejarah dan budaya.

Bakara sendiri merupakan pusat pemerintahan Sisingamangaraja I – XII, persisnya di Desa Lumbanraja.

Sejak pemerintahan Sisingamangaraja ini, adat dan budaya Batak semakin mengental karena sang raja yang kharismatik menyebarkan ajaran kebaikan dan kebajikan yang berakar dari adat istiadat Batak. Sisingamangaraja menjadi teladan dan panutan raja-raja Batak di sekitarnya. Sehingga ia dianggap sebagai raja dari segala raja dalam bidang moral.

Kompleks istana kerajaan Sisingamangaraja di Lumbanraja, yang terdiri dari deretan empat Ruma Bolon masih bisa dilihat hingga kini. Pada Desember tahun lalu, proyek renovasi situs Sisingamangaraja tersebut rampung dikerjakan. Proyek APBD 2005 yang dimulai sejak 26 September 2005 itu merenovasi ulang tiga deretan bangunan utama istana.

Bangunan yang direnovasi berkalali-kali sejak puluhan tahun lalu itu, bukan lagi bangunan asli. Bangunan asli udah dibumihanguskan pada masa Perang Batak berkecamuk (1877 – 1907) melawan tentara Kolonial Belanda.

Kemudian di dalam kompleks istana persis di halaman depan deretan Ruma Bolon, terdapat sembuah makam berupa bangunan persegi panjang yang terbuat dari semen yang dilengkapi ornamen Batak, ukiran bendera kerajaan Sisingamangaraja, cap (stempel) Sisingamangaraja, dan sebuah prasasti beraksara Batak Toba.

Lalu di persis di luar kompleks yang dipagar keliling dengan batu dan besi itu, masih bisa ditemukan satu situs yang unik. Namanya Batu Siungkap-ungkapon. Situs batu berdiameter 80-an cm ini konon dulunya digunakan dalam ritual untuk meramal dan memprediksi hal-hal yang sangat penting, terutama dalam bidang pertanian.

Mengunjungi Bakara, Anda bukan saja bisa menikmati keindahan alam, sejuknya udara, dan suasana pedesaan yang asli, tapi juga bisa melihat situs sejarah yang sangat penting dalam sejarah kerajaan Batak menentang Kolonial Belanda di masa lalu. (evin bakara)*

Dr RE Nainggolan MM Harapkan Bakkara Dikembangkan Jadi Pusat Wisata Humbahas



O TANO BATAK: Tokoh masyakat Sumut Dr RE Nainggolan MM, mantan Bupati Dairi Drs SIS Sihombing, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan Saut Parlindungan Simamora yang didampingi istri masing-masing, Ketua DPRD Humbahas Manaek Hutasoit, anggota DPRD Sumut Fraksi Hanura Aduhot Simamora dan pejabat lainnya menyanyikan lagu â€Å“O Tano Batak”, di sela-sela penutupan pentas seni budaya Humbahas di PRSU Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (29/3) malam.
Medan (SIB)- Kabupaten Humbang Hasundutan (Humnahas) menggelar malam pentas seni budaya di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (29/3) malam. Acara tersebut dihadiri tokoh masyakat Sumut Dr RE Nainggolan MM (mantan Bupati Taput), mantan Bupati Dairi Drs SIS Sihombing, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan Saut Parlindungan Simamora yang didampingi istri masing-masing, Ketua DPRD Humbahas Manaek Hutasoit, Sekda Humbahas Saul Situmorang, Kadis Pehubungan dan Pariwisata Humbahas Mangupar Simanullang, Anggota DPRD Sumut Fraksi Hanura Aduhot Simamora dan pejabat lainnya.

Acara diawali dengan penampilan penyanyi Hendy Hutauruk dengan membawakan lagu Aek Sibundong.  Penampilan Hendy Hutauruk mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah dari para penonton yang hadir malam itu. Juga penampilan tortor dan lagu yang dibawakan sejumlah muda-mudi asal Humbahas.

RE Nainggolan dalam sabutannya mengharapkan pasangan Bupati Humbahas agar segera membangun kawasan Bakkara. Bakkara yang terletak di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas diharapkan bisa dikembangkan menjadi pusat wisata ke depan. Sebab Bakkara  dinilai sebagai salah satu "surga terpendam" di tepi Danau Toba. "Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata alternatif baru di kawasan Danau Toba, selain Samosir dan kawasan wisata Danau Toba lainnya. Dari beberapa objek wisata Danau Toba, menurut saya Bakkara yang paling lengkap nilai pariwisatanya. Potensinya sangat besar untuk dikembangkan. Di situ ada pemandangan alam yang luar biasa, alamnya yang sejuk dan budaya yang begitu khas," katanya.

Selain itu, kata dia, Bakkara juga menjadi salah satu pusat awal sejarah kerajaan Sisingamangaraja XII. Sisingamangaraja adalah sosok yang tidak asing lagi di daftar Pahlawan Nasional Indonesia, khususnya Sisingamangaraja XII. "Saya yakin, di bawah kepemimpinan pasangan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE dan Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora akan mampu membangun kawasan Bakkara menjadi pusat sejarah dan wisata di Humbahas. Bukan itu saja, mereka akan selalu kompak dan mampu membangun Humbahas 5 tahun ke depan lebih baik lagi," katanya.

Dia juga mengimbau, agar masyarakat Humbahas selalu mendukung kepemimpinan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE dan Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora. "Saya yakin, masyarakat Humbahas pasti mendukung Bupati Dosmar Banjarnahor SE dan Wakil Bupati  Saut Parlindungan Simamora, karena mereka dipilih mayoritas masyarakat Humbahas jadi pemimpin," ujarnya.

Sementara Bupati Dosmar Banjarnahor dalam sambutannya menyampaikan terimakasihnya kepada RE Nainggolan yang selalu memberikan semangat kepada mereka dalam membangun Humbahas kedepan. "Mudah-mudahan melalui acara ini dan pesan Pak RE, kami berdua bisa membangun Humbahas lebih baik lagi ke depan, termasuk kawasan Bakkara," ujarnya.

Apalagi, kata dia, Humbahas memiliki banyak potensi di berbagai bidang, di antaranya  di bidang perikanan, perkebunan, perindustrian, peternakan, pertambangan, energi, termasuk potensi di bidang seni budaya dan pariwisata, yang dapat dimanfaatkan sebagai sajian atraktif dalam rangka pembangunan kepariwisataan di daerah ini. Berbagai potensi di bidang seni budaya dalam bentuk benda dapat dilihat, dengan banyaknya situs-situs sejarah warisan Raja Sisingamangaraja dan situs-situs lainnya, yang tersebar di Humbahas.

Sedangkan potensi seni budaya bentuk benda, katanya, ada tradisi tortor, tradisi musik tradisional berupa uning-uningan maupun gondang sabangunan, tradisi bernyanyi, adat-istiadat dan lain-lain. "Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kebudayaan adalah jati diri bangsa dan salah satu aspek untuk membentengi diri dari pengaruh kemajuan zaman. Untuk itulah maka pada malam yang berbahagia ini kita melaksanakan pentas seni budaya yang menampilkan putra-putri terbaik Humbahas dalam bidang seni dan budaya. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh elemen masyarakat dan geneasi muda, semakin mencintai dan berperan aktif dalam melaksanakan warisan seni dan budaya kita" katanya mengakhiri.

Acara seni dan budaya Humbahas itu, diakhiri dengan pementasan sejarah kelahiran Sisingamangaraja XII hingga perjuangannya sampai gugur melawan penjajah Belanda di tanah Batak. Juga launching webside Dekranasda Humbahas oleh ketua Dekranasda Humbahas, yang juga istri Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Lidia Kristina boru Panjaitan

Sumber :http://hariansib.co/

BINANGA AEK SILANG

https://www.youtube.com/watch?v=8S6mS5VeXxE

Aek Silang atau Sungai Aek Silang adalah salah satu sungai terbesar yang membelah Lembah Bakkara dari hulu ke hilir. Sungai ini membawa berlimpah mineral dan unsur hara tanah dari daerah puncak bukit (dolok-dolok) dan mengairi sebahagian besar sawah dan ladang di Lembah Bakkara yang terkenal sangat subur dan berlimpah hasil pertaniannya.

Aek Sipangolu Wisata Spiritual dari Baktiraja, Tanah Batak

Bakkara - Aek sipangolu terletak di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara. Baktiraja merupakan kecamatan yang cukup luas dan berada di pinggiran Danau Toba. Kemanapun kita melangkah dan memandang, Danau Toba yang luas dan biru adalah pemandangan setia.
"Berwisata sambil berdoa", merupakan kata yang tepat untuk tempat wisata di tanah Batak yang satu ini. Aek sipangolu atau Air Kehidupan diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Menurut Kepercayaan penduduk setempat, dengan berdoa sebelum meminum, mencuci muka, mandi atau melakukan ritual kecil di Aek Sipangolu, penyakit dalam tubuh akan terangkat dan hilang. Masalah akan berkurang dan kehidupan akan semakin membaik.
Aek sipangolu merupakan bagian dari perjalanan sejarah kerajaan Sisingamangaraja XII. Kabarnya, Aek sipangolu berasal dari bekas kaki Gajah Putih milik Raja Sisingamangaraja yang kehausan karena perjalanan panjang mereka dari Manduamas-Barus. Danau Toba yang jauh dikaki gunung yang terjal tidak dapat dijangkau, sehingga Raja Sisingamangaraja berdoa dan menacapkan tombaknya ke bekas pijakan kaki gajah putihnya. seketika, air keluar dan mengalir hingga saat ini. Awalnya dinamakan Binanga Bibir dalam bahasa Indonesia Telaga Bibir, Aek Sipaulak Hosa atau Air Pelepas Dahaga, dan saat ini Aek sipangolu atau Air Kehidupan ketika seorang lumpuh mandi dan dapat berjalan kembali.
Kawasan Wisata Aek Sipangolu, Baktiraja, Sumatera Utara (Foto: Johny Siahaan/Indonesiatravelguide)
Nah, ini dia wisatanya. Di satu lokasi yang sama ada tiga tempat bermain air dengan sensasi berbeda. Setelah berdoa dan mandi di Aek Sipangolu, kita dapat melanjutkan berenang di kolam renang maupun di Danau Toba yang berada tepat di bawah Aek Sipangolu.
Untuk menuju tempat wisata Aek Sipangolu ini, dapat menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari kota Pematang Siantar ke arah Tapanuli Utara. Setiba di Kabupaten Humbang Hasundutan, perjalanan dilanjutkan hingga tiba di Kecamatan Doloksanggul. Sebelum sampai di Pusat Kota, akan tampak penunjuk arah menuju Bakkara Kecamatan Baktiraja. Kemudian ikuti petunjuk arah dan sekitar 45 menit sampailah di tempat wisata Aek Sipangolu Kecamatan Baktiraja.
Air dingin dan segar dari Bukit Candas sumber Aek sipangolu ini, mengalir langsung ke Kolam renang buatan masyarakat yang berada tepat dibawah Sipangolu. Tidak berhenti sampai disitu, Kemudian mengalir lagi langsung ke Danau Toba di kaki Gunung. Berenang di kolam renang dengan pemandangan biru Danau Toba memberikan sensasi segar. Seolah berenang di atas danau biru yang sangat luas. Tidak perlu khawatir kulit akan gelap saat mandi di bawah matahari yang terik. Sebab pepohonan mangga akan meneduhkan saat bermain air di kolam renang dan pinggiran Danau Toba ini. Berenang di Danau Toba diperbolehkan, namun hanya untuk orang dewasa atau minimal sudah remaja. Tujuannya adalah untuk meminimalisir segala kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi di danau yang luas. Soal biaya, anda hanya perlu menyisihkan sedikit untuk biaya kebersihan.
Lelah bermain di dalam air, jangan cemas karena di sekitar tempat mandi, warga setempat mendirikan podok-pondok kecil untuk beristirahat sejenak. Sembari bersantai, wisatawan dapat menyantap makanan khas Lapo yang cocok dinikmati setelah puas berenang. Indomie Tukkup, Indomi telor menjadi menu favorit, panas dan pedas dari kuah Indomie menghangatkan badan dari segarnya Aek Sipangolu. Harganya tentu sangat bersahabat. (sry)

Sumber : http://indonesiana.merahputih.com/

Bakkara Surga Terpendam Danau Toba

bakkara difoto dari panatapan


Bakkara di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dinilai sebagai salah satu "surga terpendam" di tepi Danau Toba yang selama ini masih malu-malu menunjukkan pesonanya. Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata alternatif baru Danau Toba, selain Samosir dan kawasan wisata Danau Toba lainnya.
"Dari beberapa objek wisata Danau Toba, menurut saya Bakkara yang paling lengkap nilai pariwisatanya. Potensinya sangat besar untuk dikembangkan. Di situ ada pemandangan alam yang luar biasa, alamnya yang sejuk dan budaya yang begitu khas," kata Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumut, Maruli Damanik kepada MedanBisnis, seusai melakukan perjalanan ke Bakkara belum lama ini.

Dalam kesempatan perjalanan ke Bakkara, Maruli yang sudah berkecimpung sebagai pengusaha biro perjalanan wisata selama 12 tahun itu menilai Bakkara ibarat perawan. Alam dan potensinya masih terbuka lebar untuk dikembangkan.
Karena itu, ujarnya, pemerintah Kabupaten Humbahas seharusnya lebih serius menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan potensi yang ada di Bakkara. Selain melakukan pembenahan, pihak stake holder dan masyarakat, diharapkan dapat saling berkoordinasi untuk mengembangkannya, sehingga akan turut mengangkat perekonomian daerah setempat.

Sejak menjadi daerah otonomi daerah sejak 11 tahun lalu, Kabupaten Humbahas telah melakukan pemetaan dan pembenahan terhadap sejumlah objek wisata di kabupaten tersebut. Termasuk perbaikan infrastruktur menuju Bakkara. Seperti diketahui, akses jalan menuju Bakkara yang dulunya masih berlobang-lobang dan kini telah dibenahi sehingga semakin layak untuk akses daerah tujuan wisata.

Bakkara juga semakin menarik karena aksesnya yang lebih mudah dijangkau dengan adanya Bandar Udara Silangit. Sehingga memungkinkan wisatawan dapat terbang langsung dari Jakarta maupun dari kota besar lainnya langsung ke Humbahas. Waktu tempuh dari bandara menuju Bakkara dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 20 menit.

Menurut Maruli, infrastruktur merupakan salah satu kendala pengembangan objek-objek wisata di kawasan Danau Toba, seperti Medan - Parapat yang selama ini belum dapat ditempuh hanya 2 jam. Karena jalan yang digunakan masih jalan yang sama sejak jaman Belanda. Berbeda dengan Bakkara, memiliki akses lebih singkat dan itulah yang membuatnya sangat berpotensi besar.

"Saya sendiri tertarik dan ingin menjual paket wisata ke Bakkara, sebab selama ini wisatawan asing masih hanya tahu Samosir kalau bicara Danau Toba. Saya yakin wisatawan asing akan terkejut jika tahu ada objek wisata seperti Bakkara. Hanya saja memang, penginapan masih sangat minim dan sejauh ini masih menjadi kendala," katanya.

Menurut Maruli, salah satu upaya pemerintah setempat untuk mengadakan fasilitas penginapan di Bakkara yaitu dengan lebih aktif melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak. Sehingga dengan begitu bukan tidak mungkin investor berminat menanam modalnya di Bakkara untuk pembangunan hotel.

Alternatif lain ialah mengembangkan konsep "desa pariwisata", yaitu dengan cara membenahi aset masyarakat yang ada. Misalnya, membenahi rumah adat Batak untuk penginapan-penginapan sederhana namun bernilai budaya khas Batak. (tonggo simangunsong)

Ini dia Air Terjun Janji - Baktiraja Di Tepi Danau Toba

 Danau toba terkenal dengan keindahan alamnya, panorama alam yang dimiliki danau terluas nomor 2 di dunia ini ternyata tidak hanya sekedar panorama alam danau dan perbukitan yang mengelilinginya saja. Namun di beberapa lokasi di tepian danau toba, terdapat spot-spot wisata yang begitu indah dan menarik untuk di kunjungi sepertiAir Terjun Janji yang berada di Kecamatan Bakti Raja kabupaten Humbang Hasundutan.

 Air terjun janji ini memiliki lokasi tepat di tepi danau toba, air terlihat terjun bebas dari puncak perbukitan dan menghempas bebatuan di bawahnya lalu airnya mengalir dengan tenang menuju danau toba yang hanya berjarak beberapa puluh meter saja dari air terjun ini. Ketinggian air terjun ini mungkin sekitar 25 - 30 meter saja, mungkin itu tidak terlalu tinggi dibanding dengan air terjun sipiso-piso di daerah karo atau air terjun sigura-gura di daerah Tobasa, namun keindahan dan lokasinyalah yang membuat air terjun Janji ini semakin menarik.

Baktiraja Di Tepi Danau Toba

 Disekitar air terjun terlihat hanya perbukitan, jika dipandang ke arah atas bukit itu tidak terlihat aliran air, dan air yang jatuh dari atas ini sekilas terlihat seperti keluar dari bebatuan yang cukup besar. Airnya bersih dan sejuk, para pengunjung bisa merasakan kesejukan airnya yang bersih secara langsung dengan mandi di kamar mandi yang disediakan, terdapat dua kolam pemandian yaitu untuk wanita dan pria. Air dialirkan dari melalui pipa-pipa yang cukup besar langsung dari aliran air yang bersih, sehingga para pengunjung bisa merasakan seperti mandi di bawah pancuran. Jika anda ingin mandi dibawah air terjun janji secara langsung mungkin itu cukup berbahaya, mengingat tumpahan airnya begitu keras.


Baktiraja Di Tepi Danau Toba

 Untuk fasilitas, dilokasi ini terdapat sebuah areal parkir mini walau hanya mampu memuat kendaraan mobil dan sepeda motor saja, namun areal itu serasa pas dengan lokasi yang memang cukup sempit. Sementara itu, ketika anda merasa lelah anda bisa duduk bersantai sambil ditemani minuman ringan atau makanan ringan yang tersedia di sebuah warung tepat di tepi jalan menuju Air terjun ini, mungkin merekalah pengelola destinasi wisata menarik ini. Untuk urusan uang masuk atau tiket masuk sepertinya tidak ada untuk spot yang satu ini alias gratis, mungkin mereka hanya berharap setiap pengunjung duduk bersantai dan jualan mereka laku itu saja.


Sementara akses menuju lokasi air terjun ini sudah aspal dan mudah di capai, hanya saja terlihat cukup sempit ketika sudah melewati pusat pasar kecamatan Bakti Raja, karena disebelah kiri adalah bukit hijau dan disebelah kanannya adalah danau toba dengan keindahan yang tiada tara. Lokasi ini bisa dicapai dengan mudah baik dari Kota muara dan Kota doloksanggul sebagai ibu kota kabupaten humbang hasundutan. Sementara untuk akomodasi, di desa Tipang terdapat sebuah restoran apung dan mereka menyediakan penginapan yang pas untuk keluarga maupun plesiran, suasana di restoran apung tipang mas ini juga tidak kalah menarik.

Sumber : http://www.gabeboni.com/