MARDINDINGHON DOLOK NATIMBO, MARALAMAN TAO TOBA, IMA BAKKARA NAULI ..... HORAS !!!
Tampilkan postingan dengan label BATAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BATAK. Tampilkan semua postingan

Bupati Taput Memperkenalkan Beras ‘NATABO’



 Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si didampingi Asisten II Osmar Silalahi dan Direktur Perusda Pertanian Siswanto Hutasoit lounching Beras ‘NATABO’ produksi Perusda Pertanian bertempat di Kantor Perusda Pertanian, Tarutung, Selasa (15/8).
Bupati terlebih dahulu melakukan pengguntingan pita sebagai tanda Beras ‘NATABO’ resmi dilepaskan ke pasar dengan harga Rp. 11.000,-/Kg.
Pada kesempatan tersebut Bupati bersama seluruh undangan mencicipi nasi NATABO. Bupati yakin dengan adanya terobosan ini maka Taput akan lebih dikenal dengan hasil pertaniannya terutama dalam mewujudkan Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan dan berharap agar para pengusaha turut serta membantu pengembangan pemasaran produk daerah Taput.
“Beras ‘NATABO’, selain nikmat juga harganya terjangkau. Produk ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan semangat kerja kepada para petani dan juga meningkatkan PAD Taput,”ucap Bupati.
Dalam laporan Direktur menyampaikan bahwa beras Natabo adalah hasil pertanian masyarakat Taput dari beberapa Kecamatan seperti Muara, Pagaran, Pangaribuan, dan Luat Pahae.
Launching tersebut juga dihadiri para pimpinan OPD/Unit Kerja/Perusda dan para pedagang beras

Sumber : suarasumut.com, 16 agustus 2017

Upaya Bupati Taput, Akhirnya Pembangunan Pelabuhan Muara Oleh Kementerian Perhubungan Realisasi Tahun Ini



Tapanuli Utara - Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si merasa lega menerima audiensi dari Kementerian Perhubungan dimana perjuangan untuk merealisasikan Pelabuhan Muara akan segera terwujud, dimana tahun ini akan dilakukan 6 tahapan dalam membangun pelabuhan ini dan telah diawali dengan survey (pemeriksaan kesiapan lapangan) yang telah dituangkan dalam sebuah berita acara, di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati, Tarutung, Rabu (02/08).
Selanjutnya Kasie Pelabuhan Sungai Danau Direktorat Prasarana Perhubungan Darat M. Basuki Wibowo menyampaikan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah sertifikasi penyerahan lahan pelabuhan ke Kementerian Perhubungan, dilanjutkan dengan pembuatan masterplan (detail desain) secara menyeluruh Pelabuhan Muara untuk mengakomodir kapal wisata dan kapal rakyat.
Pembangunan diawali dengan desain make up meliputi landscape dan perkerasan lapangan parkir, pagar di area darat dan dermaga, pengadaan lampu penerangan jalan umum (solar cell), gangway untuk akses keluar/masuk penumpang dari dan ke kapal yang dilengkapi dengan pagar dan kanopi, penyesuain Signpost Pelabuhan menyesuaikan kondisi Gangway dan Gapura 2 pintu di ujung dermaga/trestle.
Pelabuhan Muara, disamping sebagai pelabuhan penyeberangan, juga dipergunakan sebagai pelabuhan kapal rakyat dan pelabuhan penunjang wisata.
Dalam kesempatan itu, Bupati Taput menyambut dengan gembira terealisasinya keinginan masyarakat Taput melalui upaya yang ditempuh Bupati Taput ke Kemenhub untuk pembangunan Pelabuhan Muara. “Ini akan mempercepat pengembangan wisata di Kabupaten Tapanuli Utara khususnya Kecamatan Muara, sejalan dengan Bandara Silangit yang menjadi pintu masuk menuju Destinasi Pariwisata Danau Toba. Terimakasih dengan respon yang cepat dan ini sangat berarti bagi masyarakat Taput,” ujar Bupati mengakhiri.
Turut mendampingi Bupati Taput, Kadis Perhubungan Erikson Siagian dan rombongan dari Kementerian Rijaya. S, Hotden Naibaho, Frans Siagian, N. R. Hutasoit
Sumber : http://suarasumut.com
Karnaval Pesona Danau Toba 2017 digelar

Balige - Karnaval Pesona Danau Toba kembali dilaksanakan di Kabupaten Toba Samosir. Menko Luhut dan Menpar Arief Yahya menghadiri karnaval itu.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata Arief Yahya hadir dalam karnaval itu.

Karnaval Pesona Danau Toba 2017 ini dilepas dari depan SMA Negeri 1 Balige, Minggu (10/9/2017) oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya hadir, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dan para bupati se-kawasan Danau Toba. Karnaval tersebut finish di Pasar Balige.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat meriah. Dengan karnaval ini, kecintaan masyarakat terhadap seni budaya dapat meningkat.

2 Menteri Hadiri Karnaval Pesona Danau Toba 2017Foto: (Pemprov Sumut)


"Kita harapkan kegiatan-kegiatan serupa dapat dilaksanakan sehingga dapat menjadi anggota pariwisata tahunan di Sumatera Utara," kata Gubernur Erry dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikTravel.

Ia mengatakan, digelarnya karnaval ini juga merupakan bukti harmonisasi yang ada di Sumatera Utara. Dengan itu, wisatawan khususnya mancanegara akan kagum dengan gambaran harmonisasi yang ada.

"Semakin terpikatlah mereka untuk datang ke Sumatera Utara," kata Erry.

2.227 Peserta Ramaikan Karnaval Pesona Danau Toba 2017

Hasil gambar untuk KARNAVAL DANAU TOBA 2017


Ini pasti super heboh! Seperti tahun lalu yang luar biasa. Sedikitnya 2.227 peserta akan meramaikan Karnaval Pesona Danau Toba 2017 di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu 10 September 2017.
Ribuan peserta tersebut berasal dari berbagai komunitas, seniman, dan perwakilan penyelenggara festival di 8 Kabupaten di kawasan Danau Toba. "Tahun lalu, semua orang merinding karena kemeriahan Karnaval Pesona Danau Toba," ujar Menpar Arief Yahya.
Hasil gambar untuk KARNAVAL DANAU TOBA 2017
Arief menyebut, semua orang turun ke pesta tahunan dalam rangka HUT RI itu. Mereka mengenakan ulos, ikat kepala sortali, dan berbusana adat Nusantara dengan warna merah tua, hitam dan ornamen putih. "Tahun ini akan dilangsungkan lagi 10 September 2017," kata Arief Yahya.
“Mulai dari Kab. Dairi, Kab. Karo, Kab. Simalungun Kab. Samosir, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Toba Samosir, Kab. Pakpak Bharat, semua ikut meramaikan. Ada 55 Kontingen yang ikut karnaval. Setiap kontingen paling sedikit ada 30 orang dan paling banyak ada 200 orang,” tambah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir Ultri Sonlahir Simangunsong, di Balige, Jumat 8 September 2017.
Hasil gambar untuk KARNAVAL DANAU TOBA 2017
Ultri menjelaskan, tak hanya menampilkan budaya dan tradisi, peserta karnaval  juga akan diikuti 41 mobil hias dan 11 becak hias. Selain itu, ada 300 manghunti tandok (menjunjung tandok) juga peserta karnaval yang bermain terompet sangkakala dan lainnya.
"Jadi nanti ada juga barisan parade multi etnis yang tidak hanya dari 8 kabupaten di sekitar Danau Toba. Juga ada barisan parade dari etnis Nias, Jawa, Melayu, India dan China. Ini bisa menjadi karnaval yang hangat, akrab, komunikatif, dan bisa berbagi kebahagiaan. jadi harus merangkul segala kalangan. Jadi tak hanya seni budaya tradisi, tapi juga ada budaya yang lainnya," katanya.
Karnaval yang menempuh jarak 2,7 Km ini akan dimulai dari Soposurung dan jalur finish karnaval akan ada di Bank Sumut Balige. Selain itu, Semua detailnya original, desain panggung dengan nuansa merah putih dan backdrop gambar Danau Toba akan berada di Lapangan Sisingamangaraja itu menjadi lokasi kumpul untuk hiburan rakyat.
“Akan ada pula Pameran Produk Kuliner di Tugu DI Panjaitan dan Lapangan Sisingamaraja XII Balige. Rangkaian karnaval sendiri akan dimulai pada pukul 13.00 WIB hingga 21.30 WIB,” kata Ultri.
Kesiapan seluruh agenda itu ikut dipuji Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dia mengaku senang lantaran atraksi Karnaval Kemerdekaan Pesona Toba 2017 sudah siap. Agendanya bahkan diyakini tidak kalah seru dengan puncak Karnaval Kemerdekaan di Bandung. “Atraksi sudah siap. Eksposure medianya juga akan jauh lebih kuat karena kegiatan ini akan diliput stasiun TV nasional maupun internasional," katanya.
Impact positifnya pun disebut-sebut bakal besar. Hotel, restoran, rental mobil, pedagang souvenir, semua akan kecipratan berkah dari Karnaval Kemerdekaan Pesona Toba 2017.
“Semua lini pasti akan hidup. Dijamin Anda tak akan kecewa," ujarnya.
Sumber : viva.co.id

Jokowi Minta Karnaval Pesona Danau Toba Digelar Setiap Tahun

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOPresiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Widodo berjalan memasuki titik awal Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk "Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba". Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).


Presiden Joko Widodo meminta agar Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba digelar setiap tahun. Hal itu disampaikan Jokowi dalam kata sambutan pembukaan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di titik awal keberangkatan karnaval di Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016).

"Pesona Danau Toba harus dilanjutkan tiap tahunnya. Di sini kelihatan sekali perbedaan-perbedaan budaya kita. Ada Batak Mandailing, Karo, Toba, Simalungun, dan Pakpak. Tapi itulah perbedaan-perbedaan yang menyatukan kita," tutur Jokowi dalam pidatonya.

Mendengar pidato Jokowi tersebut, masyarakat menyambut pidato Jokowi dengan bertepuk tangan. Dalam karnaval kali ini, hampir semua peserta mengenakan kain ulos dan ikat kepala sortali.

"Saya senang sekali pada sore ini semua masyarakat mengenakan ulos. Semua masyarakat memakai sortali. Semua masyarakat memakai tom-toman. Hal ini harus kita pelihara, agar terlihat semua karakter bangsa," lanjut Jokowi.

Jokowi kemudian melepas rombongan karnaval, ditandai dengan pemukulan Gondang Telu sebanyak tujuh kali. Masyarakat setempat ikut menghitung tabuhan gendang, mulai dari satu sampai tujuh, menggunakan bahasa lokal.


KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Presiden Joko Widodo berada di atas mobil hias bersama Ibu Negara Iriana Jokowi dan menteri-menteri saat melakukan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba dari Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk "Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba". Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).


Bersama Ibu Negara Iriana, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Jokowi menaiki mobil hias dan langsung diarak keliling daerah karnaval. Mereka menaiki mobil ketiga dari depan.



Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk "Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba". Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).

Beragam acara berlangsung pada 20-21 Agustus 2016. Antara lain karnaval budaya, parade perahu hias, pertunjukan konser musik, pesona tarian kontemporer, penampilan opera Batak, dan kuliner rakyat. Lebih dari 3.500 peserta berpartisipasi dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba.

Pada tahun 2015 perayaan HUT RI dipusatkan di Pontianak, Kalimantan Barat yang dimeriahkan dengan Karnaval Khatulistiwa. Dalam Karnaval Khatulistiwa, lebih dari 4.000 peserta dari 24 provinsi serta dari Malaysia dan Brunei pawai dari rumah betang, rumah khas suku Dayak, menuju Sungai Kapuas. Pawai pun dilaksanakan di Sungai Kapuas dengan 300 kapal hias.

Sumber : kompas

AKBP Maruli Siahaan Bersyukur Empat Anaknya Lulus Taruna Akmil dan Akpol

AKBP Maruli Siahaan Bersyukur Empat Anaknya Lulus Taruna Akmil dan Akpol
AKBP DR Maruli Siahaan SH MH
MEDAN — Menyukuri hidup, Wakil Direktur  (Wadir) Ditreskrimsus Poldasu AKBP DR Maruli Siahaan SH MH mengaku sudah menyadari betul arti pepatah Batak “Anakkon Ki Do Hamoraon di Ahu” artinya anakku adalah kekayaan bagiku. Selain 34 tahun karir di kepolisian yang terbilang cukup baik, Maruli Siahaan diberkati dengan kelulusan empat puteranya mengikuti pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol). Ketika diwawancari di ruang kerjanya, beberapa waktu yang lalu, lulusan Bintara Wamil Tahun 1982 itu mengatakan, kebahagiaannya bersama isteri Betty br Simanjuntak (49) telah dilengkapi kebanggaan saat kelulusan kedua puteranya di Akmil Angkatan Darat (AAD) dan Akmil Angkatan Udara (AAU). Saat ini, putera sulungnya Lettu (Inf) Jimson Andre Siahaan (27) baru selesai menjalankan misi militer di Sudan dan bertugas di Poso. “Sementara, adiknya Lettu TNI Dedy Surya Putra Siahaan (26) bertugas sebagai Kasub Provoost Wirasaba (TNI AU),” ujar mantan Kapolsek Medan Kota itu. Ditambahkan, berkat yang diperolehnya dilengkapi Tuhan saat putera ketiganya Triboy Alfin Siahaan (23) lulus Taruna Akpol, serta dijadwalkan menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) pada akhir Juli 2016 akhir. “Sementara, anak siampudan (bungsu) kami Ferry Christanto Siahaan (19), masih mengikuti pendidikan di Akmil Angkatan Laut (AAL) dengan pangkat Prajurit Taruna. Tuhan melengkapi saya dan isteri dengan pencapaian yang anak- anak kami dapat,” tambahnya.
AKBP DR Maruli Siahaan SH MH didampingi isteri Betty br Simanjuntak berfoto bersama keempat anaknya dan seorang menantu. Dok : Sib
Menjawab wartawan, Mantan Kapolsek Medan Baru itu mengaku, tak pernah memberikan hal yang bersifat memanjakan atau memarahi keempat anaknya itu. Dalam tuntutan tugas berdinas di luar Sumatera, Maruli mengaku tetap konsisten menanyakan keadaan dan keberadaan keempat anaknya, meski hanya melalui alat komunikasi telepon seluler. Selain menghormati kultur budaya dan adat Batak, sebagai anak laki-laki paling kecil dari pasangan Alm M Siahaan dan Alm N br Sihombing yang merupakan petani di Desa Lobu Siregar, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Maruli mengakui dirinya kerap diajarkan kedua orangtuanya untuk rajin gereja dan membaca firman, terus berdoa, dan tidak sombong. “Hal itu yang hingga saat ini terus saya pegang teguh, baik dalam pelaksanaan tugas sebagai personil Polri kepada anggota, maupun dalam kehidupan pribadi sebagai seorang suami dan orangtua bagi keempat anak saya. Puji Tuhan, hal itu berhasil saya lakukan sebagai seorang pimpinan kepada anggota, juga sebagai orangtua kepada anak,” tambahnya.
Terkait tanggung-jawab kedinasan sebagai personil Polri yang dijalani di jalur reserse, mantan Kasat Reskrim Poltabes (saat ini disebut Polresta) Medan itu mengaku, merupakan kebanggaan tersendiri baginya berhasil mengungkap kasus-kasus yang ditangani, khususnya yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat. “Selain itu, bisa melakukan kerjasama dan mendapatkan loyalitas dari anak buah, merupakan salah satu keberhasilan tugas. Khususnya dalam melayani masyarakat, memeroleh keadilan dan keamanan, sehingga Polri selalu berkenan di hati masyarakat,” sebutnya.
Mantan Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim itu juga mengaku, berbagai duka juga pernah dialaminya, seperti kegagalan pengungkapan kasus serta pengabdian di Polri yang mengharuskan dirinya menerima penempatan berdinas di mana saja, meski penempatan itu harus membuatnya terpisah jauh dari keluarga. “Saya bertugas di Poso dan Kupang yang mengharuskan jauh dari keluarga, itu sudah pernah saya jalani. Puji Tuhan, saya punya seorang isteri yang sangat mendukung serta mampu merawat dan mendidik anak-anak, saat saya harus menjalani tugas di luar Sumatera,” jelasnya. Mengakhiri wawancara, mantan Kapolsek Medan Baru itu menyebutkan, saat ini ia hanya perlu konsentrasi menyelesaikan pengabdiannya di institusi Polri untuk melayani masyarakat, sebagai bagian dari puji syukurnya kepada Tuhan atas seluruh berkat yang telah diterimanya selama hidup ini.(MR/Sib).

Sumber : http://metrorakyat.com/

Sigale-gale, Boneka Kayu Khas Batak Toba yang Mistis

Samosir, Sigale-gale

 Bakkaranauli, Indonesia punya segudang tradisi yang sungguh unik dan berbeda. Salah satunya adalah bonekaSigale-gale. Boneka yang terbuat dari kayu dan diselimuti pakaian danulos ini sarat dengan nuansa mistis.

Sigale Gale adalah boneka kayu yang digunakan dalam pertunjukan tari pemakaman orang Batak dari Pulau Samosir, Sumatera Utara. Dalam bahasa Batak, Sigale-gale berarti ‘lemah gemulai’. Gerakan boneka ini memang lambat dan lembut hingga masyarakat setempat menyebutnya Sigale-gale. Menurut foklor setempat, Sigale-gale sebenarnya adalah anak seorang raja. Ia adalah putra tunggal dari Raja Rahat yang memiliki wajah tampan dan satu-satunya penerus keturunan.
Namun, si anak raja meninggal di medan perang. Kematian sang anak menyebabkan rasa kehilangan yang amat besar bagi Raja Rahat. Sang raja pun mengalami kerinduan yang mendalam hingga sakit parah. Penasihat kerajaan lalu mencari tabib di seluruh negeri untuk mengobati sang raja. Seorang tabib kemudian mengusulkan kepada penasihat kerajaan untuk membuat sebuah upacara di kerajaan itu, dan memahat sebuah kayu menyerupai wajah anaknya.
Upacara pun dilakukan. Di sinilah unsur mistis dari si boneka terasa. Sang tabib memanggil roh anak raja tersebut untuk masuk ke dalam boneka kayu yang dipahat menyerupai wajah si anak raja. Saat itu, keajaiban pun terjadi dan boneka tersebut bergerak sendiri. Si boneka bergerak sendiri mengikuti hentakan bunyi gondang (seperangkat alat musik khas Batak).
Dalam catatan Nurelide (2007), Sigale-gale awalnya muncul di daerah Toba-Holbung (Tapanuli Utara), kemudian menyebar ke Pulau Samosir. Di Pulau Samosir, penduduk menyebut Sigale-gale dengan sebutan Raja Manggale.
Sigale Gale
Boneka Sigale-gale dipergunakan pada upacara-upacara kematian. Upacara ini ditujukan untuk orang-orang yang meninggal tanpa mempunyai anak maupun yang mati tanpa meninggalkan keturunan karena semua anaknya mati. Upacara Sigale-gale diadakan terutama bila orang yang meninggal itu mempunyai kedudukan tinggi di masyarakat, seperti raja-raja dan para tokoh masyarakat. Hal itu dilakukan untuk dapat menyambung keturunan mereka kelak di alam baka.
Bagi masyarakat Batak Toba, apabila seseorang yang mempunyai kedudukan meninggal dunia dan ia tidak mempunyai keturunan dipandang sangat hina dan tidak membawa kebaikan. Oleh karena itu, kekayaan yang ditinggalkannya akan dihabiskan untuk mengadakan upacara Sigale-gale bagi orang yang mati itu sendiri. Orang-orang lain tidak akan berani mengambil harta benda tersebut, karena takut tertular atau mati seperti pemiliknya.
Namun, boneka Sigale-gale dewasa ini digunakan untuk tujuan pertunjukan wisata. Hanya kelompok tertentu saja yang masih menjalankan ritual upacara kematian dengan boneka Sigale-gale. Namun demikian, nuansa mistis dan misterius masih menyelimuti bila kita melihat boneka ini.

Sumber : liputan6.com
Oleh Hotnida Novita Sary
pada 02 Jun 2016

Memandang Danau Toba dari Harianboho


Memandang Danau Toba dari Harianboho akan menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan untuk menggenang Sitor Situmorang. Hal tersebut akan disponsori oleh keluarga sastrawan nasional yang wafat di Belanda tersebut.
Program mengenang Sitor Situmorang dengan thema Memandang Danau Toba dari Harianboho dinilai sangat penting untuk merevitalisasi kembali dunia budaya dan sastra di tanah batak. Selain itu dalam program memandang danau toba dari Harianboho juga melaksanakan sejumlah pendidikan dan pembenahan ekologi bagi masyarakat.
“Ketokohan Sitor menjadi penting karena Sitor memiliki karya tentang danau toba dan kehidupan kultur di danau toba. Diharapkan ini dapat memotivasi
orang-orang terhadap kebudayaan secara tulus dan kehidupan di danau
toab secara umum,” terang pelaksana kegiatan Thompson HS.
Disela-sela penutupan acara untuk mengenang setahun Sitor Situmorang
tersebut, Thompson mengatakan bahwa dampak positif dari kegiatan
memandang danau toba dari harianboho sangat dirasakan. Karena selama
kegiatan tersebut masyarakat mendapat pendidikan tentang sastra dan
budaya, kehidupan dan ekosistem serta pelestarian danau toba untuk
dunia.
Karena selama kegiatan pihak penyelenggaran juga melibatkan
sejumlah ilmuan yang memberikan tambahan pengetahuan kepada warga.
Termasuk pengetahuan tentang geopark kaldera toba, ulos dan penggunaan
mineral di danau toba.
Namun menurut direktur Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) Pematang
Siantar tersebut bahwa kedepan kegiatan ini akan diselenggarakan
dengan menghunjuk seniman lokal sebagai penyelenggara. Karena pada
dasarnya PLOt sebagai organiser kegiatan hanya menjadi pelopor dan
perintis kegiatan yang akan disponsori oleh pihak keluarga Sitor
Situmorang tersebut.
Thompson mengatakan bahw auntuk kegiatan yang diselenggarakan selama
tiga hari tersebut pihaknya melibatkan puluhan seniman lokal.
Keterlibatan seniman lokal ini diharapkan dapat menciptakan regenerasi
yang melanjutkan program Memandang Danau Toba dari Harianboho.
“Kita akan memberikan maskot Sitor Situmorang berupan Gordang dan akan
digunakan sebagai maskot program memandang danau toba dari Harianboho tahun 2016 mendatang,” katanya.
Sementara itu anak bungsu dari Sitor Situmorang, Bumbunan Situmorang
yang besar di belanda dan menemani Sitor Situmorang sampai akhir
hayatanya mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan memandang danau toba dari harian boho diharapkan berkontribusi untuk masyarakat.
Karena pada dasarnya Sitor Situmorang lewat karya-karya selalu menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia dan khususnya Danau toba. Bahkan secara spesifik Sitor selalu memperkenalkan keindahan danau toba terhadap dunia.
“Memperkenalkan dalam artian luas, seperti memperkenalkan budaya – budaya Indonesia dan memperkenalkan budaya batak. Termasuk tradisi dan kebiasaan masyarakat batak dalam menata hidup dan melanjutkan hidup,” katanya.
Lelaki yang pasih berbahasa Indonesia tersebut mengatakan bahwa pihaknya dari keluarga sangat mengapresiasi kecintaan semua warga Batak dan Indonesia terhadap Sitor Situmorang. Selama ini Bumbunan selalu diajarkan Sitor Situmorang untuk mengenal batak secara umum, termasuk mengenal daerah-daerah di Tanah Batak seperti Harian Boho dan Bakkara tempat Sisingamangaraja.
“Secara langsung tidakpernah saya diperkenalkan pada budaya batak, namun lewat karya –karya saya diajak untuk mengenal batak. Dan kita sangat bangga pada masyarakat batak khususnya di Harianboho,” paparnya. (Dewa)
Sumber : http://www.jelasberita.com/