MARDINDINGHON DOLOK NATIMBO, MARALAMAN TAO TOBA, IMA BAKKARA NAULI ..... HORAS !!!
Tampilkan postingan dengan label HUMBAHAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUMBAHAS. Tampilkan semua postingan

Manaek Hutasoit: DPRD Humbahas akan Gelar Paripurna Hak Angket 13 September

Manaek Hutasoit: DPRD Humbahas akan Gelar Paripurna Hak Angket 13 September





MEDAN-Jadi tidaknya penggunaan hak angket DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kepada Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor akan diputuskan lewat rapat paripurna DPRD Humbahas pada Rabu, 13 September 2017.
Ketua DPRD Humbahas, Manaek Hutasoit, mengatakan, pengambilan keputusan hak angket 13 September tersebut, merupakan keputusan rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Humbahas yang digelar Senin, 11 September 2017, di gedung dewan.
"O iya, Senin 11 September 2017 atau tadi kami di rapat Banmus memutuskan paripurna pengambilan keputusan jadi tidaknya hak angket terhadap Saudara Bupati Dosmar, dilaksanakan Rabu lusa, 13 September 2017," kata Manaek Hutasoit menjawab lewat saluran telepon seluler.

Manaek menjelaskan, rapat yang langsung dipimpinnya itu dihadiri 11 orang dari 12 orang anggota Banmus. Satu orang tidak hadir karena urusan keluarga, namun tidak mempengaruhi keputusan. Rapat itu, sebutnya, berlangsung tertib dan lancar.
Pada paripurna pengambilan keputusan Rabu nanti, kata Politisi Partai Golkar itu lebih lanjut, harus dihadiri 3/4 dari jumlah anggota dewan sesuai UU No 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).
"Artinya, minimal 19 dari 25 orang anggota dewan harus hadir, kalau tidak paripurna tidak bisa digelar atau ditunda," katanya, seraya menambahkan hak angket itu sah jika disepakati oleh 2/3 dari jumlah anggota dewan yang hadir.
Meski perkembangan politik di Humbahas semakin dinamis setelah pengusulan hak angket oleh 8 anggota dari 4 fraksi pada Senin (4/9/2017), namun dipastikan tidak akan menghambat mekanisme pengambilan keputusan nantinya di paripurna.
Oleh karena hak angket merupakan haknya masing-masing anggota dewan, maka Manaek menyarankan agar semua elemen masyarakat mempercayakan mekanisme dan proses hak angket itu di legislatif.
"Kami pikir semua pihak harus menghormati proses politik yang berlangsung di DPRD Humbahas," katanya.
Untuk itu, diharapkan juga agar masyarakat tidak terpancing hal-hal yang provokatif oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, akan tetapi terus mengedepankan persatuan dan kesatuan masyarakat Humbahas.
"Tidak ada yang luar biasa ya, karena hak angket ini pun kalau jadi misalnya, adalah bagian dari cara dewan mendorong dan mengevaluasi kinerja bupati yang semata-mata untuk maksimalnya pelaksanaan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Humbahas," tukas Manaek.

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis , Selasa, 12 September 2017

Sempat Tertunda, Karnaval Pesona Danau Toba 2017 Akan Digelar Akhir Pekan Ini


Mobil hias yang ditumpangi Presiden Joko Widodo melintasi rute Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).
Mobil hias yang ditumpangi Presiden Joko Widodo melintasi rute Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir)

Karnaval Pesona Danau Toba 2017 akan digelar di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, pada 9-10 September 2017.
Acara tersebut sebelumnya sempat tertunda karena bersamaan dengan gelaran Akbar Karnaval Kemerdekaan di Bandung dalam rangka memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Persiapan sudah 100 persen, event tahunan ini siap digelar sesuai arahan Presiden Jokowi yang ingin menjadikan event ini sebagai agenda tahunan untuk memperkokoh persatuan bangsa dan sekaligus membawa Pesona Danau Toba lebih mendunia, dan tentunya kami siap persembahkan untuk para wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir, Ultri Sonlahir Simangunsong, dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Senin (4/9/2017).
Karnaval Budaya di Balige, lanjut Ultri, akan diikuti peserta karnaval sebanyak 2.000 orang. Ada 500 manghunti tandok (menjunjung tandok) juga peserta karnaval yang bermain trompet sangkakala dan lainnya.
"Angka itu bisa lebih. Tetapi jumlah 2.000 itu sendiri sudah tergolong besar, hampir sama dengan #PesonaJFC2017 Jember Fashion Carnaval di Jawa Timur dan juga Pesona Flower Carnival di Malang," tambah Ultri Simangunsong.

Peserta karnaval membawa tandok beras di kepala dengan memakai ulos Sadum dan kebaya saat Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di titik awal Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).
Peserta karnaval membawa tandok beras di kepala dengan memakai ulos Sadum dan kebaya saat Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di titik awal Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).
Nantinya, imbuh Ultri, karnaval akan semakin meriah dengan parade perahu berhias lampu warna-warni di Danau Toba. Parade ini akan menggunakan jalur sepanjang 3,5 Km dari Soposurung hingga Balerong. Jalur karnaval akan berakhir di  pasar tradisional Balerong, pasar dengan enam bangunan megah berhiaskan ukiran khas Batak Gorda.
"Kemeriahan karnaval juga akan diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tobasa. Perwakilan dari 16 kecamatan dan BUMN/BUMD akan turut dilibatkan untuk menampilkan mobil hias masing-masing," paparnya.

Selain Parade Karnaval, acara akan dimeriahkan dengan Pesta Hiburan Rakyat yang dipusatkan di Tugu DI Panjaitan dan Lapangan Sisingamaraja XII Balige. Akan ada pula Pameran Produk Kuliner di tempat yang sama.
"Suara lengkingan merdu Jojo Idol juga dipastikan tampil untuk menghibur Jofrenity (sebutan untuk fansnya-red) di tanah kelahirannya," lanjutnya.

Selain Jojo Idol, The Miska, grup yang digawangi oleh Mario Sinambela (gitar), Nathalie Holscher (vokal), Ricky Hutagaol (drum), dan Tety (bass) juga siap menghibur wisatawan yang hadir di Pesona Danau Toba ini.

Masyarakat berteriak histeris saat rombongan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang diikuti Presiden Joko Widodo dari Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Acara ini berlangsung di dua tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).

Selain dapat menikmati pertunjukan seni dan budaya lokal dari karnaval itu, wisatawan juga dapat mengunjungi berbagai tempat wisata di sekitar Danau Toba yang tentunya tak kalah menarik.
Karnaval ini juga dipastikan akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan beserta Ibu Devi Pandjaitan. Selain itu juga direncanakan akan dihadiri Menteri Pariwisata, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, anggota DPR RI dan lainnya.
“Utusan 7 Kabupaten di Kawasan Danau Toba juga akan ikut dalam karnaval,” bebernya.


Sumber : Kompas.com
PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorSri Anindiati Nursastri

Nama Bandara Silangit Akan Diubah Menjadi Sisingamangaraja XII

\Nama Bandara Silangit Akan Diubah Menjadi Sisingamangaraja XII\

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan pertemuan dengan Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI). Pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Ulama JBMI Syekh Ali Akbar Marbun.
Menurut Ali Akbar Marbun, pada pertemuan ini para ulama turut menyerahkan surat perubahan nama untuk Bandara Silangit yang terletak di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Nama bandara ini diusulkan untuk diganti menjadi Bandara Sisingamangaraja XII.

"Presiden sudah setuju pada intinya. Bandara Silangit mau dirubah nama pahlawan, Sisingamangaraja XII," ujarnya usai pertemuan dengan Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/8/2017).
Menurutnya, perubahan nama bandara ini dilakukan agar masyakarat setempat dapat mengingat nama pahlawan nasional asal Sumatera Utara. Untuk itu, usulan ini disampaikan secara langsung kepada Jokowi dalam pertemuan ini.
Pembangunan Bandara Silangit memang menjadi salah satu perhatian Jokowi dalam pertemuan ini. Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor mengatakan, Jokowi berharap dapat meresmikan bandara ini setelah selesai dikembangkan. Pengembangan bandara ini ditargetkan pada September 2017.
Tak hanya itu, pada pertemuan ini, sektor pertanian juga turut dibahas. Jokowi pun diminta untuk memperhatikan perkembangan kawasan Humbang Hasundutan yang ekonomi masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian.
"Karena masyarakat kita 90% petani dan membangun infrastruktur," ujarnya.
Adapun produk unggulan pada daerah ini adalah berupa produk holtikultura. Komoditas kopi pun menjadi salah satu nilai jual pada daerah ini.
"Di sana kopi paling bagus. Kopi Lintong namanya. Kalau bisa di sana pakai kopi Lintong saja," ungkapnya.
Masyarakat di Sumatera Utara pun mengapresiasi tindakan pemerintah yang telah membangun kawasan Danau Toba. Namun, pembangunan jalan masih perlu dilakukan oleh pemerintah membangun jalan pada sisi paling dalam dari jalan lingkar (ring road) Danau Toba

Sumber : okezone.com
Kamis, 10 Agustus 2017


Festival Danau Toba dipusatkan di Humbang Hasundutan

Festival Danau Toba dipusatkan di Humbang HasundutanPenyelenggaraan Festival Danau Toba tahun 2017 akan dipusatkan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, yang akan dilaksanakan pada 6-9 Desember.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Elisa Marbun di Medan, Sabtu, mengatakan, ada dua pilihan tempat yang akan dijadikan lokasi penyelenggaraan Festival Danau Toba tersebut.

Lokasi pertama di Kecamatan Bakkara yang berada di pinggiran Danau Toba sehingga pengunjung kegiatan budaya dan pariwisata itu dapat menikmati langsung perairan danau.

Sedangkan lokasi kedua ada di Sipinsur yang berada di atas pebukitan dengan DanaubToba sebagai latar belakang pemandangannya.

"Lokasinya lebih luas dengan latar belakangang Danau Toba," katanya.

Selain menampilkan potensi budaya dan pariwisata, penyelenggaraan Festival Danau Toba itu juga akan dimeriahkan dengan perlombaan tarian etnik yang digelar melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan.

Untuk semakin memeriahkan dan menyemarakkan Festival Danau Toba, kegiatan itu bukan hanya dipromosikan di Sumut, tetapi ke lima provinsi.

"Lima provinsi itu nanti akan kita tentukan yang disesuaikan dengan anggaran," kata Marbun.

Sebelum penyelenggaraan Festival Danau Toba itu dimulai, terlebih dulu akan digelar Xpedition Trail Mania (Xtrim) yang akan melintas sejumlah alam di Humbang Hasundutan.

Dari koordinasi dengan pengurus Xtrim Sumut, telah ada sekitar 700 peserta yang mendaftarkan diri dalam kegiatan yang akan memeriahkan Festival Danau Toba tersebut.

"Di Humbang Hasundutan ada area yang sangat menantang untuk Xtrim. Karena itu, sudah banyak yang mendaftar," katanya. 

Sumber : ANTARA News , Sabtu, 2 September 2017
Editor: Unggul Tri Ratomo

Ditipu Kawannya, Cewek Dolok Sanggul Terlantar Di Medan


IMG-37072
MEDAN, – Bermodalkan uang Rp200.000, Hana Boru Manullang (17), berangkat dari Matiti Satu, Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan menuju Medan. Di Medan, cewek baru tamat sekolah ini dijanjikan pekerjaan oleh Rois (25), lelaki teman abangnya. Tiba di Medan, Hana Luntang lantung selama tiga hari. Rois yang menyuruhnya datang malah tak menampakkan batang hidungnya. Seorang supir taksi akhirnya mengantarkan Hana ke Polsek Sunggal, Sabtu (29/7) jam 14.00 Wib. “Aku sudah kenal sama dia (Rois), dia kawan abangku. Kami telponan. Karena aku baru tamat sekolah, jadi aku disuruh datang ke Medan, mau dikasih pekerjaan,” ungkap Hana di Polsek Sunggal. Apa yang terjadi setelah sampai di Loket Bus Sampri, Jalan Jamin Ginting Medan? Rois yang sebelumnya berjanji akan menjemput Hana, tak ada kabar. Hana mengirim SMS, tak ada balasan. Tiga kali ditelpon, Rois tak mau menjawab. Ditelpon lagi, HP sudah tak aktip. Akhirnya, seperti disebutkan di atas, seorang supir taksi melihat Hana kebingungan lalu mengantarnya ke Polsek Sunggal. “Saya mau pulang ke kampung aja,” ucap anak ke-6 dari 7 bersaudara itu kepada polisi. Oleh personil Polsek Sunggal, Hana akhirnya diantarkan ke Loket Sampri untuk selanjutnya pulang ke Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan. “Kita antar ke loket aja, biar balik ke kampungnya karena di sinipun nggak ada keluarganya,” ucap Petugas Polsek Sunggal yang tak ingin namanya ditulis. (put)

Sumber: http://news.metro24jam.com
Minggu, 30 Juli 2017

Jangan Berkhianat dengan Minum Kopi Arabika Dolok Sanggul Pakai Gula


MEDAN, KOMPAS.com - Sumatera Utara adalah salah satu provinsi penghasil kopi terbaik di Indonesia. Hampir di seluruh wilayahnya merupakan sentra penghasil kopi, .
Tujuh kabupaten yang berada di seputaran Danau Toba, mulai dari Kabupaten Karo, Dairi, Mandailing Natal, Sipirok, Tapanuli Utara, Samosir hingga Simalungun, adalah ladang-ladang kopi yang biji-bijinya sudah menjejak tanah Eropa.
Siapa yang tak kenal Kopi Mandailing, Lintong Nihuta, Sipirok dan Silima Kuta?
Satu di antara berbagai varian kopi dari Sumatera Utara, adalah kopi arabika Dolok Sanggul. Sesuai namanya, kopi ini berasal dari Kecamatan Dolok Sanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Kabupaten Humbang Hasundutan sudah lama menjadi sentra produsen kopi di Indonesia, bahkan sebelum mekar dari kabupaten induk Tapanuli Utara.
Jenis tanaman arabika mulai dikembangkan sejak 1970-an dan terus berkembang hingga saat ini.
"Perkebunan kopi bertebaran di punggung-punggung bukit, Dolok Sanggul berada di ketinggian 900 sampai 1.400 mdpl. Tanahnya gembur hitam dan sebahagian berpasir," kata Jimmy Panjaitan (41), orang pertama yang memperkenalkan kopi Dolok Sanggul di Kota Medan, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Petani perempuan kopi arabika dari Dolok Sanggul, Sumatera Utara.
Petani perempuan kopi arabika dari Dolok Sanggul, Sumatera Utara.(KOMPAS.com/Mei Leandha)
Pada sekitar tahun 2012, menurut Jimmy, kopi dolok sanggul baru dikenal publik. Sebelumnya, orang hanya mengenal kopi Lintong, kopi asal kecamatan tetangga.
"Baru lima tahun belakangan ini masyarakat, khususnya pecinta kopi di Indonesia dan luar negeri mulai familiar dengan kopi Dolok Sanggul," katanya lagi.
Menurut Jimmy, karakter khas kopi ini adalah ukuran biji hijau (greenbean) yang terbilang mungil, berwarna hijau kebiru-biruan dengan aromanya khas dan nyengat.
Saat diseduh, aromanya kuat. Rasa asam buah memikat, terdapat semacam rasa coklat atau gula merah, pahitnya segar dan lekat di langit-langit mulut.
"Karakter kopi yang kuat atau cenderung keras ini, kalau diminum rasanya cukup lama tertinggal di mulut, membuat nagih. Ini yang disukai banyak orang," ujar pemilik merek Kopi Tao ini.

Karena karakter yang khas dan kuat membuat semua metode penyajian cocok. Kopi Dolok Sanggul juga pas digunakan sebagai bahan dasar untuk kopi blended (campuran).
"Tapi metode penyajian dengan tubruk memiliki sensasi tersendiri, aroma kopinya menusuk hidung dan penampakan crema kopi yang menggairahkan," ucap pria yang juga seorang roaster kopi ini.
Soal filosopi kopi di tengah masyarakat setempat, Jimmy mengatakan, masyarakat Dolok Sanggul menjadikan kopi sebagai minuman sehari-hari dan untuk menjamu para tamu.
"Tidak ada filosofi khusus di sini. Justru sebaliknya, ada sugesti yang salah dan berkembang bahwa kopi arabika atau kopi Ateng kalau orang Dolok Sanggul menamainya adalah bahan mesiu atau bahan cat. Makanya jarang ditemui petani kopi yang mengolah hasil panennya untuk komsumsi pribadi," ungkapnya.
Sugesti yang salah itu menginspirasi Jimmy untuk membuktikan bahwa kopi dari Dolok Sanggul disukai banyak orang dan derajatnya sama dengan kopi-kopi lain yang sudah terkenal.
Langkah pertama yang dilakukannya adalah menemui para petani kopi di Desa Matiti I dan II. Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya diputuskan untuk membuat Sekolah Lapang Kopi yang akan mengajari petani budidaya kopi yang baik dan benar, mulai dari tanam, pupuk, petik, panen dan pasca-panen.
"Selama ini petani masih mempertahankan budidaya kopi tradisi turun temurun dan menggunakan pupuk kimia. Kami ajari budidaya kopi yang alami tapi bisa meningkatkan produksi buah dan menambah penghasilan petani," ucap Jimmy.
Sekolah itu berlangsung selama setahun. Setelah hasilnya tampak dan petani bisa mandiri, sekolah ditutup. Tinggal mengurusi pasca-panen.
Agar para petani terhindar dari ketergantungan dengan tengkulak, maka mereka membentuk koperasi yang menampung hasil panen dan menghargainya lebih tinggi dari harga pasar. Petani juga bisa menabung atau meminjam uang dan membayarnya dengan kopi.
"Selesai urusan di kampung, saya bawa kopi ini ke Medan. Mengenalkannya kepada orang-orang, cuma saya yang melakukannya, sampai-sampai saya dijuluki Jimmy Dosa, singkatan dari Dolok Sanggul. Lama-lama mulai banyak yang kenal dan suka. Kemudian beberapa coffeeshop mulai ambil kopi kami," ungkapnya sambil mereguk secangkir kopi yang baru saja dibuatnya.
Kopi Tao, salah satu merek kopi arabika Dolok Sanggul dari Kecamatan Dolok Sanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Kopi Tao, salah satu merek kopi arabika Dolok Sanggul dari Kecamatan Dolok Sanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. (KOMPAS.com/Mei Leandha)
Setelah banyak peminatnya, ayah satu anak ini lalu membuat merek kopinya dengan Kopi Tao. Semua masih dikerjakan secara manual dan konvensional, namun para petani sudah sadar kalau kopi mereka diterima masyarakat, dihargai dan mampu bersaing.
Sesekali Jimmy membawa bubuk kopi yang sudah di-roasting untuk dinikmati bersama di kampung supaya petani tahu rasa kopi yang mereka panen dan menikmati kopi terbaik.
"Waktu pertama kali menikmati kopi mereka, semua petani bilang enak. Padahal kopi yang mereka minum itu grade tiga, bagaimana lagi kalau grade satu? Selama ini mereka bertahan dengan kopi busuk yang murah akibat sugesti kampungan itu," pria berkumis itu tertawa.
Kopi Tao dijual dalam bentuk green bean maupun roasted bean atau powder. Sebagian keuntungan hasil penjualan kopi dikembalikan ke petani agar mereka semakin meningkatkan dan menjaga kualitas kopinya.
Meski masih berjalan manual dan konvensional, penjualan kopi ini perlahan naik. Namun demikian, Kopi Tao memiliki blog, situs web, Facebook dan Instagram.
Dia menuturkan, membeli Kopi Tao berarti mendukung petani kopi untuk terus mempertahankan kebunnya dan mencintai produk dalam negeri yang berkualitas. Satu lagi, jadilah konsumen pintar. Jangan bangga dengan produk yang dibungkus kemasan.
"Tagline kopi kami, 'minum kopi sebelum mati'. Agak ekstrem tapi gampang diingat, maksud mati di sini adalah mati ide, mati rasa, mati suasana, maka minum kopilah. Pahitnya semoga membawa kebahagian untuk para petaninya. Satu lagi, jangan jadi pengkhianat dengan meminum kopi ini pakai gula," tutur dia.

Kopi arabika Dolok Sanggul berasal dari Kecamatan Dolok Sanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Kopi arabika Dolok Sanggul berasal dari Kecamatan Dolok Sanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Sumber : (KOMPAS.com/Mei Leandha)

Janji Lintong Ke Bakkara !!!

Hasil gambar untuk foto sisingamangaraja
Perlawanan seru Sisingamangaraja XII bersama pendukungnya terhadap Belanda semakin seru. Ada yang membuat hati sang ratu Belanda begitu geram. Entah siapa yang membuat surat atas nama Sisingamangaraja, masih kurang jelas. Sisingamangaraja tidak menulis suratnya sendiri dan stempel dipegang sekretarisnya yang disebut parmaksi.

Saya tidak hendak membicarakan adanya penghianatan terhadap Sisingamangaraja, tapi gerakan Belanda dengan ancaman itu membuat Sisingamangaraja mengungsikan semua keluarganya ke hutan.
Semula mereka berada di Hutan Lintong. Ada Ompu Babiat Situmorang pendukung perjuangan itu menjamin keselamatan sang raja dan keluarganya disana. Ada ikatan batin yang kuat pada kedua orang ini. Situmorang adalah “tulang” Sisingamangaraja turun-temurun. Situmorang adalah “pamupus” keluarga Sisingamangaraja. Situmorang memangku kewajiban “sada lulu” pada kerajaan Sisingamangaraja. Itu yang dilakonkan Ompu Babiat bersama klannya didukung oleh marga lain seperti Nadeak dan klan Siraja Oloan.
Bakkara diobrak abrik. Tidak ditemukan Sisingamangaraja dan keluarganya, akhirnya komplek istana beserta bangunan pendukung semuanya dibakar. Mendengar itu Sisingamangaraja XII bersedih. Kesedihan beliau dapat dipahami Ompu Babiat Situmorang. Sebelum pengungsian diarahkan ke Dairi, beliau berjanji. Kelak bila istana akan dibangun “parhau” bahan bangunan untuk itu dapat menggunakan kayu yang ada di Hutan Lintong.
Janji ini tidak tertulis, jadi siapa saja dapat meragukan kebenarannya. Namun, yang saya pahami. Janji para Raja yang terhormat walau tidak tertulis, saling percaya menjadi ikatan turun temurun. Cerita ini pun diutarakan Raja Punantun Sinambela cucu Raja Parlopuk abang dari pemangku Raja Sisingamangaraja XII. Cerita ini kembali diingatkan oleh putra beliau Raja Sintong Sinambela kepada saya dua minggu yang lalu saat kunjungan kami bersama Raja Tonggo Tua Sinambela ke Bakkara.
Istana Sisingamangaraja di Bakkara sat ini kondisi menyedihkan. Sebagai asset sejarah harusnya mengikuti tata cara habatahon yang dilaksanakan Sisingamangaraja. Ini mempengaruhi kualitas bangunan.
Apakah ini karena bahan material dari Hutan Lintong tidak disinggung? Apakah karena keluarga Sisingamangaraja tidak langsung melakukan pembangunan dan memohon kepada Situmorang merealisasikan janjinya?
Apakah mungkin Situmorang saat ini tidak lagi merasa memiliki hutan dan tidak tau ada janji kepada Sisingamangaraja?
Saya sendiri tidak tau, atau mungkin mereka juga tidak tau. Yang saya tau turunan Ompu Babiat Situmorang ada seorang sastrawan besar yaitu Sitor Situmorang. Saya pikir tak mungkin hanya beliau. Sitor sendiri pernah mengkritik pemugaran istana Bakkara melalui harian Waspada Medan November 1983 dengan tajuk “Pemugaran Istana Bakkara yang menyimpang dari sasaran budaya”. Taukah beliau ada janji itu?
Saat ini beredar informasi hutan Tele hendak “dimusnahkan” menjadi taman bunga. Saya ragu, apakah hutan Lintong yang telah dijanjikan itu termasuk dari bagian hutan Tele yang diperbincangkan? Atau setidaknya, apakah hutan wilayah pangkuan marga Situmorang itu termasuk hendak dibabat?
Kepada penguasa negeri perlu diingatkan.
Nikmat yang anda rasakan di alam kemerdekaan janganlah melupakan mereka yang berjuang.
Tetesan darah mereka masih berbekas saat bergerak dan belindung di hutan.
Janji dan harapan mereka patutlah dikenang.
Melupakan sejarah adalah bagian dari pengingkaran dan awal dari penghianatan.

Sumber : Monang Naipospos / tanobatak.wordpress.co

Menteri LHK RI Tanam Pohon di Humbahas


Doloksangul. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya bersama Kepala Staf Kepresidenan RI Teten Masduki, melakukan penanaman pohon di kawasan obyek wisata Sipinsur Kecamatan Paranginan, Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat (19/8).
Siti Nurbaya dan Teten Masduki mendapatkan bibit tanaman yang langsung ditanam di lokasi obyek wisata panatapan Danau Toba, Sipinsur, Humbahas.

Rombongan Menteri LHK Siti Nurbaya bersama Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki didampingi Anggota komisi III DPR RI Sahat Silaban dan sejumlah pejabat dirjen di kementrian LHK, tiba di Desa Sipinsur disambut Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor ditemani Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) setempat.

Mentri LHK Siti Nurbaya menjelaskan, kehadirannya di Humbahas rangkian tugas dari Presiden RI Joko Widodo mengenai hutan untuk rakyat. Diharapkan penanaman pohon yang dilakukan ini, dapat menjaga dimensi lingkungan kawasan Danau Toba.

"Saya hari ini ke Desa Sipinsur Humbahas bersama Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, ini dalam rangkaian kami mendapat tugas dari bapak Presiden untuk mempelajari konsep realistik mengenai hutan untuk rakyat," kata Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya mengatakan, hutan Humbahas diperdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan perekonomian. "Bapak Presiden Joko Widodo selalu meminta kami agar menjadikan hutan untuk kesejahteraan rakyat, untuk lapangan kerja, dan juga pertumbuhan perekonomian rakyat," tandasnya.

Dia menyampaikan kawasan panatapan Danau Toba Sipinsur, Humbahas dengan kondisi alam yang masih hijau dan alami cocok untuk dijadikan obyek wisata baru yaitu taman nasional.

"Saya bersyukur hadir di tempat ini. Sebab kami menemukan seperti surga di Sipinsur ini. Kami akan segera melapor kembali kepada Bapak Presiden bahwa Sipinsur Humbahas ini kalau lihat bentang alamnya sangat cocok dijadikan taman wisata nasional. Daerah ini bisa dikonsetrasikan untuk itu. Karenanya kami akan usulkan ke Bapak Presiden," katanya.

Menteri LHK juga berjanji akan terus membantu dan menyelesaikan kendala terutama masalah lingkungan danau toba agar berkembang.

Menurut Menteri Siti, banyak persoalan lingkungan yang menonjol dan menjadi perhatian pemerintah pusat salah salah satunya kawasan danau toba. Namun, dengan langkah-langkah perbaikan yang terus digalakkan memperbaiki tata kelola lingkungan agar menjadi lebih baik.

"Diharapkan semua pihak juga harus turut menjaga lingkungan Danau Toba ini. Selamatkan lingkungan, pohon, air dan alam danau toba ini untuk kehidupan kesejahteran masyarakat. Kemudian penebangan pohon harus dihentikan," tegasnya.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menambahkan, kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat menciptakan ruang hijau (RTH) lingkungan danau Toba dan dapat memperbaiki dan menjaga iklim.

Usai melakukan penanaman pohon secara simbolis Menteri LHK Siti Nurbaya bersama rombongan dan Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor melanjutkan perjalanan ke lokasi taman wisata nasional sekitar 1 kilometer dari Sipinsur.

Kemudian turun ke Kecamatan Baktiraja berkunjung ke istana Raja Sisingamangaraja. (ck-10)

Sumber : medanbisnis

Humbahas Berpeluang Jadi Sentra Budidaya Ternak

 Doloksanggul. Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) berpeluang menjadi sentra budidaya ternak khususnya ternak sapi dan kerbau. Sebab di Humbahas kegiatanbudidaya ternak kerbau sudah berlangsung turun-temurun.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Utara Parmohonan Lubis usai penandatanganan nota kesepahaman tentang Pengembangan Peternakan di Pemkab Humbahas yang dilaksanakan Rabu (8/6) di Ruang Rapat Setdakab, Kompleks Perkantoran Bukit Inspirasi Doloksanggul.

Penandatanganan kesepahaman itu antara Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab Humbahas) melalui Dinas Peternakan dan Perikanan dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Siborongborong.

Parmohonan Lubis mengatakan untuk mewujudkan Humbahas jadi sentra budidaya ternak, pemerintah perlu melakukan peningkatan sumber daya manusia sebagai petani ternak dengan sosialisasi pengembangan ternak kerbau dan sapi. "Pemkab Humbahas bersama instansi teknis berupaya mewujudkannya. Semua hal tersebut dapat berjalan butuh kerjasama dari semua lini untuk mewujudkan pembangunan di sektor peternakan," katanya.

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor mengatakan, sangat perlu menjalin kerjasama dengan instansi teknis dalam hal ini BPTU-HPT Siborongborong. Kerjasama itu, katanya, untuk mendorong pembangunan sektor peternakan sebagai pemenuhan pangan asal ternak dengan sistem agribisnis peternakan rakyat dan untuk meningkatkan sumber daya petani peternak dalam rangka peningkatan jumlah kelompok tani peternakan maupun perseorangan.

"Pemkab Humbahas akan tetap berupaya bekerja keras dan serius mewujudkan Pemkab Humbahas sebagai sentra ternak kerbau, sapi dan kuda," kata Dosmar.

Ketua DPRD Humbahas Manaek Hutasoit mengatakan, Pemkab Humbahas mempunyai lahan yang cukup luas sebagai lokasi peternakan dan pihak legislatif sangat mendukung dan mengapresiasi BPTU-HPT sebagai instansi teknis bekerjasama dengan Pemkab Humbahas dalam hal Pengembangan Peternakan di Humbahas. "Kesempatan baik ini harus dilaksanakan dengan serius dan tepat sasaran. Dengan beternak akan membantu penghasilan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat," katanya.

Kepala BPTU-HPT Siborongborong Vierman mengatakan, siap membantu para peternak kerbau untuk membudidayakan kerbau. "Kami siap 24 jam jika diperlukan," katanya. Disebutkan, kelompok tani ternak kerbau di Humbahas dapat terwujud jika semua pihak saling mendukung, baik kelompok tani ternak kerbau, pemerintah dan instansi teknis lainnya bersamasama bekerja maksimal untuk peningkatan kinerja yang signifikan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman Kadis Peternakan dan Perikanan Humbahas Kaminton Hutasoit mengatakan, tujuan dari kerjasama untuk mendukung ketersediaan bibit ternak unggul kerbau, ternak babi dan ternak sapi, mendukung ketersediaan Hijauan Pakan ternak (HPT), integrasi lahan perkebunan dengan peternakan.

Kemudian, meningkatkan efisiensi reproduksi, menjamin peningkatan produktivitas ternak rakyat serta memanfaatkan sumber daya peternak untuk kesejahteraan rakyat. "Kegiatan ini akan dilaksanakan di 10 kecamatan Kabupaten Humbahas sebagai sentra pengembangan peternak. Untuk jangka waktu kerjasama berlaku selama tiga tahun, sejak ditandatanganinya nota kesepahaman dimaksud dan perpanjangan kerjasama atas usulan dan persetujuan kedua belah pihak dengan membuat addendum," katanya. (ck 10)

Sumber : 
MedanBisnis

Perampok Warung di Humbahas ‘Dihadiahi” Timah Panas

Pelaku perampokan saat mendapatkan perawatan medis. (foto : Akim Purba)
17 mei 2016
Humbahas,  - Satuan Reserse Kriminal dari Polres Humbahas kembali berhasil membekuk kawanan perampok warung lemang di Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Senin (16/5/2016) sekira pukul 20.00 WIB.
Pelaku bernama Rantau Silaban (29) warga Dusun Bulian Baru Kecamatan Batin, Kabupaten Batang Hari,  Provinsi Jambi, ditangkap tepatnya dari lahan hutan sekitaran perkampungan Desa Parbotihan Kecamatan Onan Ganjang.
Saat ditangkap, pelaku yang menyelinap ke hutan terpaksa kedua lutut kakinya pun dilumpuhkan dengan timah panas, karena melawan saat berusaha kabur.
“Karena berusaha melawan, kita terpaksa melumpuhkannya,” kata Kapolres Humbahas melalui Kasubag Humas Ipda R Sianipar kepada awak media, Selasa (17/5/2016).
Kini, pelaku kelahiran Desa Mataniari Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbahas ini sudah diamankan. Namun karena kakinya mengalami luka berat akibat timah panas, dirinya pun harus menginap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolok Sanggul. “Karena lukanya, kita bawa dia ke rumah sakit. Saat ini dia sudah dirawat,” sambung Sianipar.
Dia menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku atas pengembangan dari kedua rekannya yang sebelumnya berhasil ditangkap yakni Deni dan April. “Jadi pelaku ini kita kejar usai pengembangan dari dua pelaku yang sebelumnya sudah ditangkap,” ujarnya.
Sekedar diketahui, Rantau merupakan mantan residivis pada kasus pembunuhan terhadap salah seorang warga di Kecamatan Parlilitan. Diduga, pelaku ini adalah otak dari perencanaan perampokan ini. “Saat ini, satu pelaku lagi masih dalam pengejaran itu rekannya berinisial  marga Sitohang,” tambah Sianipar.
Hingga berita ini dikirimkan, Rantau tampak masih dalam kondisi tidak berdaya akibat luka pada lutut kaki kiri dan kanannya kena peluru timah panas. Menurut pihak medis, pelaku ini bisa mengalami amputasi karena luka parah pada kakinya tersebut.
Sementara, barang bukti yang diamankan polisi antara lain, sepeda motor merek Yamaha Jupiter berwarna merah dengan nomor polisi (nopol) BB 4195 BE,  picis sarung senjata jatam berupa pisau sangkur warna hitam merek US, sabit, sepasang sepatu, sandal, topi berwarna biru dan kayu bakar dengan ukuran 88 cm dan lebar 6 cm.
Sumber : hetanews.com

Jokowi Tinjau Alternatif Pengembangan Wisata Danau Toba di Humbahas



Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana Joko Widodo menyaksikan pesona Danau Toba dari ketinggian di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), Senin (22/8/2016).


"Kita baru melihat alternatif lokasi yang akan kita pakai untuk pengembangan kawasan Danau Toba, ini salah satu yang Sabtu malam kami rapatkan di Parapat," kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi dan rombongan menyaksikan pesona Danau Toba di Desa Parulohan Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbahas.
Tampak mendampingi Presiden Jokowi antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Selain itu Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor juga ikut mendampingi.
Presiden mengatakan, setelah kembali ke Jakarta akan segera diputuskan bagaimana pengembangan kawasan wisata di kawasan Danau Toba itu.
"Tadi Bupati menyampaikan di sini ada lahan 400 hektar yang bisa dikembangkan lebih besar apakah untuk taman bunga atau lainnya, tentu diberi tambahan lain seperti resor, hotel dan lainnya yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," kata Jokowi.
Menurut dia, yang akan ditawarkan kepada wisatawan adalah pemandangan alam kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir dan pulau yang tampak dari kawasan itu.
"Kalau kita lihat ke sana, terlihat sekali danau, ada air terjun di Pulau Samosir dan ada situs sejarah Sisingamangaraja, menurut saya sudah komplit," kata Jokowi.
Ia mengatakan, yang menarik adalah keindahan alamnya karena terlihat air Danau Toba.
"Di seberang ada air terjun, kiri ada situs Sisingamangaraja, ada pulau kecil, cantik sekali, tapi yang mengonsep yang expert," ujarnya.
Selain di Humbasa, Presiden mengatakan ada alternatif lain pengembangan kawasan wisata Danau Toba yaitu di Kabupaten Simalungun.
"Tapi belum diputuskan, bisa saja dua-duanya dikembangkan," kata dia.
Ia mengatakan, setelah konsep besarnya diputuskan, pemerintah akan secepatnya mengerjakan pengembangan kawasan tersebut.
"Ini cepet-cepetan, kita melihat bagaimana investasinya, berapa besar perlu anggaran, dari mana saja, apakah perlu APBN," kata Presiden Jokowi.
(Agus Salim/ant)
Sumber : kompas.com

DANAU TOBA dan KEINDAHAN serta NILAI SEJARAH dari Sudut BERBEDA

Pemandangan yang indah melatari kebahagiaan kami sekeluarga saat berkunjung ke Kota Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Kabupaten yang semual merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Utara ini akhienya memisahkan diri secara otonomi pemerintahan yang menyebabkan daerah ini lebih berkembang dan berupaya lebih aktif mempromosikan daerah wisatanya. Beberapa daerah yang saya rekomendasikan untuk Anda kunjungi adalah Penatapan Sipincur, Bakkara, Aek Sipangolu, dan air Terjun janji. ini hanyalah sebahagian kecil keindahan alam yang disuguhkan oleh tanah Sisingamanagaraja ini. di daerah ini pula kita akan menemukan kawasan pemakan Sisingamangaraja yang melegenda hingga keseluruh persada.
Mungkin, sebahagian dari kita menganggap asing tempat ini.Namun, ketika kita ingin menjelajahi danau Toba yang sebenarnya adalah dengan memasuki tempat ini. .
Sebagai tahap awal perjalanan saya akan bawa Anda ke Kota Medan terlebih dahulu. Kota Medan sebagai Ibu kota Propinsi Sumatera Utara akan menyambut anda dengan aneka ragam makanan baik makanan khas lokal Sumatera Utara maupun makanan Nasional yang sudah termashur di seluruh dunia. bagi peminat makanan ala Luar Negeri juga anda bisa dengan gampang mendapatkannya di Kota ini. bahkan ada beberapa gerai dipinggiran jalan KOta Medan yang menyajikan makanan khas Arab dan Timur Tengah. di Kota ini Anda akan menikmati pesona wisata sejarah yang menjadi salah satu atrget turis mancanegara untuk mencapainya. Salah satunya adalah Istana Maimun dan masjid Raya Medan yang merupakan cikal Bakal berdirinya Tanah Melayu. Dari kota sejuta pesona ini kita melanjutkan perjalanan ke daerah yang akan menjadi rekomendasi saya kali ini yaitu salah satu sudut Tao Toba di Tano Batak. Menaiki Kendaraan umum maupun kendaraan Pribadi Anda akan menempuh perjalanan sekitar 5 jam sebelum akhirnya sampai ke Kota Dolok Sangul bisa melalui Kabanjahe kemudian berbelok ke kiri di daerah Simpang Tiga kabupaten Dairi atau melalui Kota Parapat dan berbelok ke Kanan di daerah Siborong-borong, Tapanuli Utara. Sebelum kita berjalan menuju Bakkara saya akan ajak Anda menyinggahi daerah yang disebut dengan Penatapan Sipinsur (Sipiccur)yang terletak di Kecamatan Lintong Nihuta. disana kita akan disuguhi oleh Panorama danau Toba dari Ketinggian.Dari celah celah rerimbunan Pohon Pinus yang menyejukkan mata kita akan menatap Desa Bari Bani Aek Kecamatan Muara dan Pulau Sibandang sebagai Pulau yang menghasilkan mangga udang berkualitas tinggi. Kawasan ini memang selain terkenal dengan pemandangannya, juga dikenal sebagai daerah penghasil mangga udang yang warna nya kuning menggugah selera  Dari di Kota Dolok Sanggul kita akan menuruni jalanan terjal menuju Kecamatan Bakkara (Bakti Raja). Setelah jalanan curam dan berkelok yang kita tempuh sekira 30 menit kita akan menemukan kawasan pemakaman Raja Sisingamangaraja. Komplek pemakaman ini diisi oleh Makam Raja sisingamangaraja IX,X,dan XI juga beberapa Rumah adat yang sebahagiannya telah mengalami pemugaran. Anda akan disambut dengan keramahtamahan Keturunan raja yang masih betah bermukim dan menetap disana. Mereka dengan sukarela akan menceritakan kisah hidup sang raja turun temurun. juga yang tak lupa mereka akan ceritakan adalah Agama yang mereka anut saat ini yang mereka sebut dengan Parmalim yang menurut mereka beberapa amalannya hampir sama dengan ajaran Islam.  Dari Bakkara kita akan berbelok sedikit ke kanan ke Air Terjun kecil yang biasa disebut masyarakat disana dengan Aek Sipangolu (mata air Keberkahan) yang konon katanya merupakan mata air yang timbul dari bekas injakan gajah milik Sisingamangaraja. HIngga kini mata air ini mengalir dengan derasnya memenuhiair Danau Toba yang sejuk dan jernih. (baca di Eksotisme Aek Sipangolu)
SElanjtnya kita akan Berbelok ke Kiri dari Bakkara. kita berhenti sejenak menikmati air di pelabuhan Feri yang ada di sekitar pasar Muara, nikmati keelokan pemandangannya yang pasti membuat Anda akan rindu kembali kesana.
KIta lanjutkan perjalanan kita ke sebuah Iar Terjun yang ketinggiannya mencapai 30 meter dengan kesejukan airnya yang akan menyentuh kulit kita bak helaian kapas halus menerpa tubuh. tak lengkap rasanya kalau kita tak membasahi diri dengan Air Terjun Janji yang lokasinya elok rupawan dan suasananya yang sangat menggoda. Kalau Anda sudah pernah berkunjung ke semua objek wisata ini, yakinlah Anda pasti akan jatuh cinta dan ingin kembali kesana lagi dimasa yang akan datang. di seputaran Air terjun ini akan kita jumpai deretan pohon mangga udang dengan buahnya yang segar bergelantungan berwarna kuning merona.
Sesekali berkunjunglah kesana, dan nikmati ke eksotikan Danau Toba dengan cara yang berbeda.
Danau Toba Selalu Menunggu Kehadiran Kita tuk memberikan Keindahan dan Keramahtamahannya.
Horas tu Tao Toba

Sumber :http://kakomolekuada.blogspot.co.id/